Lokal

IAKN Tarutung Ikut Forum Nasional Perkuat Tata Kelola PPG

Bagikan:
Delegasi IAKN Tarutung menghadiri forum nasional PPG di Jakarta

Tarutung — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung menghadiri forum nasional penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Jakarta, 16-18 September 2026. Kegiatan itu mempertemukan 46 LPTK penyelenggara PPG dan Kementerian Agama untuk memperkuat tata kelola, mutu, dan kolaborasi program PPG.

Forum nasional dan tujuan

Forum bertajuk "Memperkuat Ekosistem PPG melalui Kolaborasi, Inovasi, dan Tata Kelola Berkualitas" menjadi wadah konsolidasi kebijakan. Pertemuan mengevaluasi PPG Dalam Jabatan (DalJab), mempersiapkan PPG Prajabatan, dan menyusun arah penguatan mutu program studi PPG.

IAKN Tarutung diwakili oleh Dr. Sandy Ariawan, Ketua Program Studi PPG, yang membawa perspektif perguruan tinggi keagamaan di daerah ke dalam diskusi nasional.

Diskusi kebijakan dan materi

Agenda utama meliputi evaluasi penyelenggaraan, penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), hingga pengembangan jurnal PPG. Peserta juga membahas implementasi kerja sama antarl-LPTK dan workshop kurikulum untuk menyesuaikan kebutuhan pembelajaran terkini.

Forum menghadirkan unsur Kementerian Agama dan pimpinan LPTK, serta pengelola PPG dari berbagai perguruan tinggi keagamaan untuk berbagi praktik baik dan strategi peningkatan mutu.

Kerja sama konkret 46 LPTK

Hasil nyata pertemuan adalah penandatanganan nota kerja sama terpadu oleh 46 LPTK. Kesepakatan ini difokuskan pada penguatan kompetensi pengelola, kurikulum, dan pengembangan jurnal Program Studi PPG.

Tujuan kerja sama adalah membangun ekosistem yang memungkinkan LPTK saling berbagi inovasi, riset, dan praktik baik secara terintegrasi.

Agenda bersama

  • Penyusunan standar mutu PPG yang kuat dan terukur
  • Penguatan kapasitas penyelenggara Program Studi PPG
  • Perluasan kemitraan antarl-LPTK dan lembaga lain
  • Pengembangan kurikulum adaptif terhadap teknologi
  • Asesmen berbasis kompetensi
  • Monitoring outcome dan impact pembelajaran
  • Penguatan riset dan knowledge sharing antarl-LPTK

Dampak bagi IAKN Tarutung dan akreditasi

Bagi IAKN Tarutung, forum ini krusial untuk memperkuat kesiapan akreditasi Program Studi PPG. Dr. Sandy menegaskan bahwa akreditasi hendaknya menjadi alat peningkatan mutu, bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif.

"PPG tidak berhenti pada sertifikat pendidik. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana proses pendidikan profesi tersebut benar-benar menghasilkan guru yang kompeten dan memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran," ujar Dr. Sandy Ariawan.

Dr. Sandy juga menyampaikan bahwa pengalamannya sebagai asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) menjadi modal penting dalam memperkuat penjaminan mutu di kampus.

Sementara itu, Direktur GTK Madrasah Kementerian Agama, Dr. Fesal Musaad, menegaskan perubahan paradigma PPG dari orientasi sertifikasi menuju transformasi profesionalisme guru.

"Sertifikat adalah pengakuan kompetensi; tujuan yang lebih besar adalah peningkatan kualitas guru dan dampak pada proses pembelajaran," kata Dr. Fesal Musaad.

Dengan implementasi kerja sama dan agenda bersama, hasil forum diharapkan tidak berhenti di tingkat pusat. Pengetahuan dan praktik baik yang disepakati dapat diadopsi ke tingkat daerah, termasuk untuk memperkuat kualitas PPG di lingkungan IAKN Tarutung.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait