Polda Sumut Tembak DPO Narkoba dan Dua Pelaku Curanmor Diringkus
Medan — Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut menembak dan menangkap seorang DPO bandar narkoba, serta tim Resmob Polrestabes Medan menembak dua pelaku pencurian kendaraan bermotor, dalam operasi terpisah baru-baru ini.
DPO bandar narkoba ditembak saat ditangkap
Petugas menangkap Fuanto Fransyah alias Apeng (40), yang menjadi daftar pencarian orang, setelah ditemukan bersembunyi di Provinsi Riau. Penangkapan dilakukan oleh URC Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut. Pada saat penangkapan, yang bersangkutan dilaporkan ditembak.
Selain Apeng, personel Jatanras Polda Sumut juga menangkap seorang tersangka lain yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap polisi saat penggerebekan narkoba beberapa waktu lalu. Kedua penangkapan tersebut menegaskan tindakan kepolisian dalam memburu jaringan yang terlibat penyalahgunaan narkoba.
Dua pelaku curanmor ditembak Resmob Polrestabes Medan
Secara terpisah, Tim Resmob Polrestabes Medan menembak dua pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor yang sering beraksi di wilayah Kota Medan. Kedua pelaku adalah IW (27), warga Sari Rejo, Medan Polonia, dan DI (28), warga Jalan Perjuangan, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang.
Kanit Resmob Polrestabes Medan, Iptu Ramadhani Bimo Setiadi, menyampaikan bahwa awalnya personel menerima laporan adanya aksi pencurian sepeda motor di Jalan Sei Rokan, Kecamatan Medan Sunggal pada Sabtu (11/7). Respon cepat tim berujung pada pengejaran dan penembakan terhadap kedua pelaku saat upaya penangkapan berlangsung.
Imbauan Jatanras untuk masyarakat
Kasubdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut, Kompol Jama Purba, mengimbau warga untuk tidak menghalangi tugas kepolisian dalam memberantas narkoba dan tindak kejahatan lain. Ia menegaskan bahwa polisi bekerja sesuai peraturan perundang-undangan dan akan mengambil tindakan tegas bila tugas mereka dihambat.
"Warga yang melakukan perlawanan kepada polisi dan mencoba menghalangi tugas Polri akan ditindak sesuai hukum yang berlaku dan kemanapun melarikan diri akan terus dicari."
Pernyataan itu disampaikan Kompol Jama Purba, mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, menjawab pertanyaan awak media pada Rabu (15/7). Pernyataan ini menegaskan komitmen kepolisian untuk menindaklanjuti pelaku pelanggaran hukum.
Kasus ini masih dalam proses penyidikan. Polisi menyatakan akan membawa para tersangka ke proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku dan terus memburu tersangka lain yang masuk daftar pencarian.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Workshop Keuangan Desa Simalungun Dorong Nagori Mandiri
BPKP Sumut gelar workshop di Simalungun (5/11/2026) untuk memperkuat tata kelola keuangan desa dan mendorong...
Polres Belawan Gagalkan 3.060 Cartridge Vape Diduga Mengandung Etomidate
Polres Pelabuhan Belawan menggagalkan 3.060 cartridge vape diduga mengandung etomidate di Medan; DPRD member...
Turnamen Voli Antar Kecamatan Meriahkan HUT ke-15 NasDem Samosir
DPD NasDem Samosir menggelar turnamen voli antar kecamatan 7–8 Nov 2026 di Pangururan, diikuti sembilan tim...
Putusan MA dan MK soal Pendidikan Gibran Picu Dilema Politik DPR
Putusan MA dan pertimbangan MK soal pendidikan Gibran memicu potensi persoalan hukum dan politik yang menemp...
Keluarga Almarhum Ismail Lubis Hibahkan 2.653 m² untuk Pendidikan
Keluarga almarhum H. Ismail Hakim Lubis menghibahkan lebih dari 2.653 m² tanah di Panyabungan untuk pembangu...
Polres Langkat Bagikan Helm Gratis saat Operasi Patuh Toba 2026
Polres Langkat membagikan helm gratis, cek kesehatan, dan cokelat saat Operasi Patuh Toba 2026 di Stabat, 6...