BPOM Usulkan Program Manajemen Risiko Jadi Prioritas Nasional
BPOM mengusulkan agar Program Manajemen Risiko (PMR) yang berjalan sejak 2016 dijadikan program prioritas nasional. Pengusulan itu disampaikan Kepala BPOM, Taruna Ikrar, usai Forum Koordinasi Nasional Pangan Steril Komersial 2026 di Kantor BPOM, Selasa, 30 Juni 2026. BPOM menilai PMR selama 10 tahun terakhir terbukti memperkuat pengawasan keamanan pangan olahan.
Usulan jadi prioritas nasional
Taruna menyatakan BPOM akan menyampaikan usulan PMR ke kementerian terkait, Badan Gizi Nasional, dan akhirnya ke Presiden. Tujuannya untuk mendukung program pemerintah seperti Program Makan Bergizi Gratis dengan pengawasan pangan yang lebih baik.
Jadi, karena manfaat sangat besar selama hitungan 10 tahun terakhir ini, maka kita akan mengusulkan program manajemen risiko ini kepada program-program prioritas presiden yang bersifat nasional.
Apa itu Program Manajemen Risiko?
PMR menerapkan pengawasan berdasarkan tingkatan risiko produk makanan dan minuman olahan. Risiko ini mencakup kemungkinan keracunan, gangguan pencernaan, hingga dampak kesehatan lebih luas bila pengawasan tidak dilakukan. Dengan pendekatan risiko, BPOM dan industri dapat memfokuskan pengawasan pada produk yang berpotensi membahayakan konsumen.
Program juga mendorong industri melakukan pengawasan internal sesuai standar proses. Industri diwajibkan memenuhi standar produksi melalui sertifikat Cara Pembuatan Pangan Olahan yang Baik atau Good Manufacturing Practices (GMP).
Dampak pada industri dan UMKM
Menurut Taruna, partisipasi industri meningkat sejak PMR diluncurkan. Awalnya hanya sedikit perusahaan yang menerapkan, namun dalam satu dekade terakhir jumlah peserta terus bertambah. Perkembangan ini mencakup tidak hanya pelaku besar, tetapi juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Awalnya program ini tidak banyak industri yang melaksanakannya, tapi setelah 10 tahun program ini semakin banyak. Dan bukan hanya industri besar, bahkan industri UMKM juga sudah ada yang memiliki program manajemen risiko.
Langkah selanjutnya
BPOM berencana melengkapi usulan dengan laporan evaluasi pelaksanaan PMR selama sepuluh tahun sebagai dasar pengambilan keputusan. Jika disetujui, pengakuan sebagai prioritas nasional akan memperkuat pembiayaan, koordinasi antarinstansi, dan adopsi PMR oleh lebih banyak pelaku usaha di seluruh Indonesia.
Pengembangan PMR menjadi prioritas nasional diharapkan meningkatkan efektivitas pengawasan keamanan pangan dan mendukung kebijakan pangan bergizi secara lebih terintegrasi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Percepat SPKLU untuk Transisi Kendaraan Listrik
Menko AHY minta percepatan pembangunan SPKLU dan penguatan ekosistem lewat insentif, rantai pasok baterai, d...
Kemkomdigi Tegaskan Judi Online dan Offline Berpotensi Pidana
Kemkomdigi peringatkan judi online dan offline berpotensi pidana; 126.180 konten judi ditindak selama 1-28 J...
Hari Bhayangkara ke-80: Tema, Filosofi Logo dan Maknanya
Polri memperingati Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026 dengan tema '80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masya...
Kemkomdigi Panggil Meta soal Spam Komentar Promosi Judol
Kemkomdigi akan memanggil Meta terkait temuan spam komentar promosi judi online yang paling banyak muncul di...
Pemprov DKI Percepat 7 Proyek Infrastruktur Jelang Lima Abad
Pemprov DKI percepat tujuh proyek infrastruktur menjelang lima abad Jakarta untuk tingkatkan kenyamanan, mob...
Kemkomdigi: Komentar Promosi Judi Online Terbanyak di Platform META
Kemkomdigi menyatakan komentar promosi judi online paling banyak ditemukan di platform Meta; penyebaran naik...