Plinth Track Perkuat Keandalan Jalur LRT Jabodebek
LRT Jabodebek menerapkan sistem jalan rel plinth track untuk menjaga keandalan dan keselamatan perjalanan. Pengelola melaporkan pemeriksaan dan pemeliharaan rutin dilakukan setiap hari setelah operasional berakhir pada Rabu, 24 Juni 2026. Perawatan termasuk injeksi beton saat ditemukan rongga agar posisi rel tetap presisi. Langkah ini diambil untuk mendukung keselamatan ratusan perjalanan harian.
Pemeliharaan harian dan tindakan teknis
Petugas melakukan pemeriksaan setiap hari setelah layanan berakhir. Pemeriksaan bertujuan mendeteksi masalah kecil sebelum berkembang menjadi kerusakan serius. Jika ditemukan rongga di bawah rel, tim segera melakukan injeksi beton untuk menambal dan menguatkan konstruksi.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menekankan pentingnya perawatan berkala. Ia menyatakan bahwa infrastruktur sama pentingnya dengan operasional kereta untuk menjaga layanan tetap andal.
"Keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan LRT Jabodebek tidak hanya tentang operasional kereta, namun juga keandalan infrastruktur. Karena itu, pemeriksaan dan perawatan jalur dilakukan secara rutin dan berkelanjutan,"
- Radhitya Mardika, Manager of Public Relation LRT Jabodebek
Cara kerja plinth track
Sistem plinth track dipasang langsung pada konstruksi beton tanpa menggunakan bantalan rel konvensional. Desain ini memberi kestabilan tinggi serta menjaga posisi rel tetap presisi secara konsisten. Komponen penambat rel berperan penting untuk mempertahankan geometri lintasan.
Dengan struktur yang menempel pada beton, gaya dinamis kereta dapat disalurkan lebih merata ke struktur bawah. Hal ini membantu meminimalkan pergerakan rel yang dapat memengaruhi kenyamanan dan keselamatan perjalanan.
Pengukuran geometri jalur dan standar keselamatan
Selain perbaikan konkret, tim melakukan pengukuran geometri jalur secara berkala. Pengukuran ini memastikan seluruh lintasan memenuhi standar keselamatan dan toleransi posisi rel. Tindakan proaktif semacam ini mencegah penyimpangan geometri yang dapat menimbulkan risiko operasional.
Dampak pada penumpang dan operasional
Perawatan berkelanjutan terlihat pada kenyamanan perjalanan penumpang. Seorang penumpang setia, Ayu, mengapresiasi kondisi jalur yang terjaga sehingga perjalanannya ke kantor tetap nyaman dan aman setiap hari.
"Keselamatan penting untuk penumpang, oleh karenanya selama ini pun saya menikmati LRT Jabodebek dengan nyaman. Setiap harinya moda transportasi ini menjadi pilihan utama ke kantor,"
- Ayu, penumpang LRT Jabodebek
Kesimpulannya, penerapan dan perawatan sistem plinth track menjadi kunci untuk menjaga keandalan serta keselamatan layanan LRT Jabodebek dalam jangka panjang. Pemeriksaan rutin dan tindakan perbaikan segera diharapkan terus memperkuat stabilitas jalur dan menjaga kelancaran operasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Produsen Minyakita Tarik dan Ganti Produk Usai Keluhan di Klaten
PT KMR menarik dan mengganti produk Minyakita di Klaten setelah keluhan warga; perusahaan siap menanggung la...
Menkeu Purbaya Terima Gelar Profesor Kehormatan dari Nankai
Menteri Keuangan Purbaya terima gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Nankai, sebagai pengakuan atas ko...
IHSG Anjlok 3,56% ke 5.883,88 pada Penutupan 24 Juni 2026
IHSG turun 217,45 poin (3,56%) ke 5.883,88 pada 24 Juni 2026; investor menahan diri menanti data PCE AS dan...
Pupuk Indonesia Ekspor 47.250 Ton Urea ke Australia
Pupuk Indonesia mengirim 47.250 ton urea ke Brisbane pada 22 Juni 2026 sebagai langkah awal mencapai target...
Krista Interfood 2026 Jadi Mesin Baru Pariwisata Gastronomi
Krista Interfood 2026 dinilai jadi mesin baru pariwisata lewat pengembangan ekosistem gastronomi yang meliba...
IHSG Turun 1,62% ke 6.002,2, MSCI Beri Peringatan
IHSG ditutup di 6.002,2 pada sesi I, turun 1,62%. MSCI pertahankan status Emerging Market namun memberi peri...