Ekonomi

PINTU dan Ondo Perluas Akses Aset Tertokenisasi di Indonesia

Bagikan:

PINTU memperluas kerja sama dengan Ondo Finance untuk membawa aset dunia nyata yang ditokenisasi ke investor Indonesia. Pengumuman ini disampaikan dalam acara Pintu VIP Private Media Gathering di Jakarta, belum lama ini. Tujuannya adalah meningkatkan akses, likuiditas, dan transparansi bagi investor lokal.

Perluasan akses RWA melalui kolaborasi

Kolaborasi itu fokus pada penyediaan tokenized real-world assets atau RWA on-chain, termasuk saham global, ETF, dan komoditas. PINTU sudah mencantumkan aset tertokenisasi dari Ondo sejak Desember 2025. Saat itu tersedia empat token, kini jumlahnya hampir mencapai 50 token.

"Melalui kolaborasi dengan PINTU, kami menghadirkan saham dan ETF global secara onchain dengan aksesibilitas, likuiditas, dan transparansi yang lebih baik,"

Kata Rania Rahardja, Senior Director Asia Pacific Ondo Finance. Perusahaan menilai Indonesia punya potensi sebagai pasar RWA penting di kawasan Asia Pasifik.

Pintu VIP Private dan data pengguna

PINTU memaparkan perkembangan layanan Pintu VIP Private yang menyasar nasabah dengan volume perdagangan dan aset kelolaan tertentu. Menurut Presiden Direktur Andy Putra, perkembangan ekosistem kripto mendorong kebutuhan layanan yang lebih personal dan aman.

"Mereka tidak hanya mencari return, tetapi juga membutuhkan layanan yang personal, respons cepat, serta kepastian bahwa aset yang mereka kelola berada dalam ekosistem yang aman, patuh, dan terlindungi,"

Data internal PINTU menunjukkan pengguna VIP menyumbang lebih dari 40 persen volume perdagangan platform pada paruh pertama 2026. Kontribusi ini lebih dari 40 persen pada perdagangan spot dan lebih dari 30 persen pada futures. Untuk produk futures, kontribusi VIP naik dari >20 persen pada Februari 2026 menjadi >35 persen pada Mei 2026.

Layanan VIP Private berbeda dari VIP reguler dan menawarkan dukungan relationship manager pribadi, promo eksklusif, serta prioritas transaksi. Nasabah dari platform lain dapat dimasukkan melalui mekanisme status match.

Jenis aset, denominasi, dan mekanisme kepemilikan

PINTU menargetkan jumlah aset tertokenisasi Ondo bisa berkembang menjadi ratusan pada 2026. Aset yang tersedia meliputi:

  • Saham global seperti Apple dan NVIDIA
  • Indeks dan ETF seperti S&P 500 dan NASDAQ
  • Komoditas seperti emas dan perak
  • Stablecoin dan aset berbasis lainnya

Akses dilakukan melalui satu aplikasi dengan denominasi dalam rupiah. Kepemilikan juga dapat bersifat fractional dengan nilai mulai dari Rp11.000. Perdagangan aset tertokenisasi tersedia selama 24 jam, berbeda dengan jam perdagangan bursa konvensional.

Risiko dan prospek

PINTU mengutip estimasi bahwa nilai RWA on-chain non-stablecoin global mencapai sekitar 25 hingga 35 miliar dolar AS. Perusahaan menyatakan produk ini merupakan upaya memperluas pilihan investasi digital di Indonesia.

Meskipun menawarkan akses baru, PINTU mengingatkan bahwa aset kripto dan aset tertokenisasi membawa risiko tinggi serta volatilitas signifikan. Investor diminta memahami karakteristik dan profil risiko sebelum berinvestasi.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait