Politik

Batu: DPRD Dorong Perwali Wajibkan Pertunjukan Seni di Pariwisata

Bagikan:
Suasana sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Pusat Oleh oleh Kendedes Junrejo Kota Batu

BATU Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur Saifudin Zuhri mendorong Pemerintah Kota Batu menerbitkan Peraturan Wali Kota yang mewajibkan penyelenggaraan pertunjukan seni dan budaya lokal dalam setiap kegiatan serta operasional sektor pariwisata. Usulan itu disampaikan saat Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Pusat Oleh-oleh Kendedes, Junrejo, Kota Batu, Sabtu 17 Oktober 2026, sebagai upaya membuka ruang tampil berkelanjutan bagi seniman sekaligus memperluas manfaat ekonomi pariwisata bagi pelaku budaya.

Usulan Perwali dan alasan

Saifudin menilai kesempatan tampil untuk seniman Kota Batu masih banyak bergantung pada agenda tahunan yang tidak rutin. Padahal, potensi kesenian tradisional tersebar di 24 desa dan kelurahan dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus sumber penghidupan bagi pelaku seni.

Menurutnya, Perwali dapat menjadikan pertunjukan lokal sebagai bagian aktivitas pariwisata sehari hari, bukan hanya festival atau perayaan tertentu. Hal ini diharapkan mendorong keterlibatan seniman secara sistemik di berbagai tempat umum.

Padahal, mereka ini bisa dilibatkan ke dalam sistem pariwisata daerah yang terintegrasi secara berkelanjutan

Rencana integrasi dan forum stakeholder

Saifudin mengusulkan pembentukan forum bersama untuk merumuskan mekanisme integrasi seni dalam pariwisata. Forum diusulkan melibatkan pemerintah daerah, DPRD, pelaku seni dan budaya, pengusaha hotel, serta pengelola destinasi wisata.

  • Pemerintah daerah dan DPRD
  • Pelaku seni dan organisasi kebudayaan
  • Pengusaha perhotelan dan pengelola destinasi
  • Pusat perbelanjaan dan pengelola ruang publik

Tujuan forum adalah menghasilkan kebijakan yang menyeimbangkan kebutuhan industri pariwisata dan keberlangsungan aktivitas kesenian lokal. Saifudin mencontohkan praktik integrasi seni dan pariwisata di Bali dan Yogyakarta yang bisa disesuaikan dengan karakter Kota Batu.

Penjadwalan, manfaat ekonomi, dan pembinaan

Penjadwalan pertunjukan secara bergiliran di pasar, pusat perbelanjaan, panggung kebudayaan, dan destinasi wisata akan memberi peluang tampil lebih luas bagi seniman. Dengan kalender wisata yang sistemik, aset kesenian tidak dipinggirkan dan pelaku lokal mendapat manfaat ekonomi lebih merata.

Jika kalender wisatanya disusun sistemik dan juga melibatkan pelaku budaya lokal, aset aset kesenian yang sudah ada tidak terkesan mangkrak

Untuk mendukung implementasi, Saifudin menyatakan akan mengoptimalkan peran Badan Kebudayaan Nasional PDI Perjuangan Kota Batu untuk menampung dan membina pelaku seni lokal. Ia juga akan menginstruksikan enam anggota DPRD Kota Batu dari fraksi yang sama untuk mengawal pembahasan regulasi di tingkat legislatif.

Regenerasi dan peran anak muda

Saifudin menekankan pentingnya regenerasi pelaku budaya. Keterlibatan generasi muda melalui pendidikan dan organisasi akan memperkuat pemahaman identitas daerah dan memastikan keberlanjutan praktik kebudayaan.

Regenerasi itu hal mutlak. Anak anak muda yang saat ini menempuh pendidikan atau berproses harus dibekali pengetahuan dan kesadaran budaya

Meski demikian, rencana Perwali masih perlu dibahas bersama pemangku kepentingan agar rumusan kebijakan sesuai kewenangan dan kondisi sektor pariwisata Kota Batu. Pembahasan lanjut akan menentukan bentuk aturan dan mekanisme pelaksanaannya.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait