Dokter Ingatkan Persiapan Kesehatan Jemaah Sebelum Berangkat Haji
Dokter mengingatkan calon jemaah haji melakukan persiapan kesehatan sejak jauh hari untuk mengantisipasi infeksi saluran pernapasan dan penyakit penyerta. Pemeriksaan kesehatan disarankan dilakukan berjenjang mulai enam bulan hingga dua hingga tiga bulan sebelum keberangkatan. Informasi tentang kondisi lingkungan di Tanah Suci juga penting untuk meminimalkan risiko selama pelaksanaan ibadah.
Pemeriksaan kesehatan bertahap sebelum berangkat
Dokter Keluarga Meidi Nursasih menyampaikan pemeriksaan kesehatan calon jemaah dimulai enam bulan sebelum keberangkatan dan dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama dilakukan di puskesmas, dilanjutkan oleh dinas kesehatan, dan pemeriksaan ketiga menjelang keberangkatan.
Menurut Meidi, pemeriksaan awal di puskesmas krusial karena masa tunggu keberangkatan cukup panjang. Pemeriksaan ini membantu menentukan apakah calon jemaah layak berangkat atau membutuhkan intervensi medis lebih lanjut.
Jadi itu yang jelas, yang penting justru yang pertama adalah di pemeriksaan pertama. Untuk menentukan orang itu sehat atau tidak sebenarnya
Perhatian pada usia dan penyakit penyerta
Meidi menekankan usia dan komorbid menjadi fokus pemeriksaan. Penyakit paru-paru, terutama asma, perlu mendapat perhatian khusus dalam persiapan sebelum berangkat haji.
Selain kondisi medis, Meidi mengingatkan pentingnya pemahaman tentang perbedaan lingkungan antara Indonesia dan Arab Saudi. Cuaca ekstrem dan kelembapan rendah di Tanah Suci dapat memengaruhi kesehatan pernapasan jemaah.
Saran spesialis penyakit dalam
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Joyce Bratanata menyarankan pemeriksaan dua hingga tiga bulan sebelum keberangkatan. Pemeriksaan yang disarankan meliputi rontgen dada dan pemeriksaan darah untuk mengetahui kebutuhan perlindungan tambahan.
Sebaiknya 2-3 bulan sebelumnya kita bawa aja ke dokter, sekedar di cek, apakah X-ray kemudian cek darah, adakah yang perlu untuk dilakukan
Joyce juga menekankan bahwa persiapan bukan hanya soal obat, tetapi meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan. Ia menyarankan membawa masker sebagai salah satu perlengkapan pencegahan, mengingat banyaknya orang berkumpul dan kondisi udara di sana yang panas dan lembap.
Tindakan bila sakit di Tanah Suci
Joyce mengimbau jemaah yang sakit saat berada di Tanah Suci segera menghubungi tenaga medis setempat. Jika kondisi tidak membaik setelah tiga hari, jemaah diharuskan melaporkan perkembangan agar pemeriksaan dan penanganan lanjutan dapat dilakukan.
Dengan pemeriksaan berjenjang dan peningkatan kesadaran terhadap lingkungan, diharapkan jemaah lebih siap menjaga kesehatan selama menunaikan ibadah haji.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Perbedaan Influenza dan Pneumonia: Penyebab, Risiko, Pencegahan
Dokter Joyce Bratanata jelaskan perbedaan influenza dan pneumonia, faktor risiko lansia dan komorbid, serta...
Komisi IX Minta Kemenkes Peringatkan Warga soal Super Flu
Komisi IX minta Kemenkes aktif peringatkan warga soal influenza A(H3N2) subclade K yang terdeteksi di 13 pro...
Prof. Deby Bawa Sains Regeneratif dan Kebaya Nusantara ke Venice
Prof. Deby Vinski tampil sebagai pembicara di The Longevity Code Gala Dinner Venice 2026, memperkenalkan sai...
JKN Jangkau 98,6% Warga, BPJS Tekankan Prinsip Gotong Royong
JKN menjangkau 98,6% atau 286 juta warga untuk perlindungan finansial; BPJS dan DJSN tekankan gotong royong...
BPJS Kesehatan Berdayakan Cendekia Muda untuk Transformasi Layanan
BPJS Kesehatan memberdayakan pelajar berprestasi sebagai duta layanan dalam final kompetisi nasional, 22 Sep...
Wali Kota Bekasi Imbau Warga Hindari Bakar Sampah
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengimbau warga tidak membakar sampah karena risiko ISPA dan kebakaran TPA; Pe...