Perbedaan Influenza dan Pneumonia: Penyebab, Risiko, Pencegahan
Dokter spesialis penyakit dalam Joyce Bratanata menjelaskan perbedaan utama antara influenza dan pneumonia, sekaligus menyampaikan faktor risiko dan langkah pencegahan, dalam Media Roundtable di Jakarta, Kamis, 24 September 2026. Influenza umumnya disebabkan virus dan menyerang saluran napas bagian atas, sedangkan pneumonia menyerang saluran napas bawah dan melibatkan paru-paru serta bisa disebabkan bakteri, virus, atau jamur.
Perbedaan penyebab dan lokasi infeksi
Menurut Joyce, influenza termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang biasanya mengenai hidung dan tenggorokan. Sebaliknya, pneumonia terjadi ketika infeksi mencapai saluran napas bagian bawah dan jaringan paru.
"Pneumonia ini kalau sudah menyerang ke saluran napas bagian bawah, sedangkan kalau yang flu tadi sebenarnya lebih ke ISPA,"
Bagaimana ISPA bisa berkembang menjadi pneumonia
Joyce menjelaskan ISPA yang awalnya disebabkan virus dapat melemahkan sistem imun. Kondisi ini membuka peluang bagi bakteri yang ada di hidung atau tenggorokan untuk turun ke paru-paru dan memicu pneumonia.
Penularan juga mudah terjadi di lingkungan tertutup dengan banyak orang berkumpul. Hal ini meningkatkan risiko terutama bila ada anggota keluarga yang lebih rentan.
Kelompok berisiko
Kelompok dengan risiko tinggi mengalami pneumonia meliputi lansia dan orang dengan sistem imun menurun. Joyce menekankan pentingnya memperhatikan kondisi komorbid pada lansia.
"Yang di atas usia 60 tahun itu di Indonesia itu tercatat 1 sampai 2 komorbid setidaknya... Komorbid itu apa? jadi, penyakit kronis yang bisa menyerang kita, butuh pengobatan jangka panjang, dan membuat kita menjadi rentan,"
Contoh komorbid yang meningkatkan kerentanan:
- Diabetes
- Hipertensi
- Penyakit kardiovaskular
- Riwayat stroke
- Penyakit yang menurunkan imunitas seperti kanker, autoimun, atau HIV
Peran kebiasaan dan lingkungan
Joyce memperingatkan bahwa merokok meningkatkan insiden pneumonia bagi perokok aktif maupun pasif. Ia mengimbau perokok tidak merokok di dalam rumah agar keluarga tidak terpapar.
"Kalau kita memilih untuk merokok, tolong tidak dipaparkan ke orang lain... jangan merokok di rumah. Kasihan anaknya, kasihan istrinya,"
Pencegahan dan rekomendasi
Imunisasi pada orang dewasa direkomendasikan sebagai salah satu langkah perlindungan. Langkah tambahan meliputi kebersihan tangan, penggunaan masker saat diperlukan, serta pengelolaan kondisi kronis melalui konsultasi tenaga kesehatan.
Langkah pencegahan praktis yang disarankan:
- Imunisasi sesuai rekomendasi tenaga kesehatan
- Cuci tangan rutin dan etika batuk/bersin
- Gunakan masker di kerumunan atau saat sakit
- Hindari merokok dalam rumah dan jauhkan anak dari paparan asap
- Kendalikan kondisi kronis dengan pengobatan teratur
Dengan memahami perbedaan penyebab dan faktor risiko, keluarga dan tenaga kesehatan dapat mengambil langkah lebih tepat untuk mencegah komplikasi ISPA menjadi pneumonia, terutama pada kelompok rentan.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Dokter Ingatkan Persiapan Kesehatan Jemaah Sebelum Berangkat Haji
Dokter sarankan pemeriksaan kesehatan 2–6 bulan sebelum haji; waspadai infeksi pernapasan, komorbid, dan kon...
Komisi IX Minta Kemenkes Peringatkan Warga soal Super Flu
Komisi IX minta Kemenkes aktif peringatkan warga soal influenza A(H3N2) subclade K yang terdeteksi di 13 pro...
Prof. Deby Bawa Sains Regeneratif dan Kebaya Nusantara ke Venice
Prof. Deby Vinski tampil sebagai pembicara di The Longevity Code Gala Dinner Venice 2026, memperkenalkan sai...
JKN Jangkau 98,6% Warga, BPJS Tekankan Prinsip Gotong Royong
JKN menjangkau 98,6% atau 286 juta warga untuk perlindungan finansial; BPJS dan DJSN tekankan gotong royong...
BPJS Kesehatan Berdayakan Cendekia Muda untuk Transformasi Layanan
BPJS Kesehatan memberdayakan pelajar berprestasi sebagai duta layanan dalam final kompetisi nasional, 22 Sep...
Wali Kota Bekasi Imbau Warga Hindari Bakar Sampah
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengimbau warga tidak membakar sampah karena risiko ISPA dan kebakaran TPA; Pe...