Kesehatan

Kristin Tjandra: Komunikasi Dua Arah Kunci Konsultasi Dokter

Bagikan:
Dokter berdiskusi dengan pasien tentang komunikasi konsultasi kesehatan pernapasan

Dokter Keluarga Kristin Tjandra menekankan bahwa komunikasi dua arah antara pasien dan dokter krusial untuk konsultasi kesehatan pernapasan yang efektif. Pernyataan itu disampaikan pada Media Roundtable Pfizer Indonesia "Lindungi Napasmu, Jaga Momen Berarti" di Jakarta, Kamis, 24 September 2026. Menurut Kristin, konsultasi tidak cukup jika hanya berwujud tanya pasien dan jawab dokter tanpa tambahan informasi atau pengarahan.

Komunikasi dua arah: bukan sekadar tanya jawab

Kristin menyatakan model tanya jawab satu arah perlu diubah agar dokter bisa memberi edukasi sesuai kebutuhan pasien. Ia menilai dokter harus aktif memberikan informasi tambahan, bukan hanya menjawab pertanyaan yang diajukan pasien.

Bahwa kalau berkaitan dengan komunikasi pasti dua arah ya, tidak hanya oh pasien punya pertanyaan, dokter jawab. Dokter tidak memberi informasi apapun, bahkan kadang-kadang ya sudah, tanya jawabnya satu pihak, ini sebenarnya harus konsepnya diubah

Menurutnya, komunikasi seperti ini membantu dokter memahami akar keluhan dan memberikan penanganan yang tepat.

Tips praktis untuk pasien saat konsultasi

Kristin menyarankan pasien menyampaikan keluhan secara jelas agar dokter dapat mengarahkan pertanyaan lebih terperinci. Contoh yang bisa diinformasikan adalah durasi dan sifat demam atau adanya batuk.

  • Tuliskan gejala yang dirasakan sebelum berobat.
  • Sertakan durasi dan perubahan gejala (mis. demam berulang, batuk kering/basah).
  • Catat pertanyaan yang ingin diajukan agar tidak terlupa selama pemeriksaan.

Saya biasanya mengedukasi Ibu, bapak gitu ya, tolong tuliskan apa yang anda rasakan, tuliskan aja di kertas. Makanya beberapa pasien saya mereka banyak sekali bawa papernya, bahkan periksa dokter A, dokter B, semuanya filenya ada, dibuka disitu

Menyikapi informasi kesehatan di media sosial

Kristin mengingatkan bahwa informasi medis di media sosial kerap menimbulkan miskonsepsi. Pasien kadang datang dengan kekhawatiran setelah membaca konten yang tidak lengkap atau salah tafsir.

Oleh karena itu, ia menyarankan pasien menuliskan kekhawatiran tersebut untuk dibahas bersama dalam konsultasi. Dengan begitu, dokter dapat meluruskan misinformasi dan menyusun edukasi yang sesuai kondisi pasien.

Pencegahan dan hubungan dokter–pasien

Setelah keluhan membaik, dokter idealnya membahas langkah pencegahan agar gejala tidak muncul kembali. Kristin menegaskan bahwa hubungan efektif antara dokter dan pasien adalah kerja sama yang memerlukan komunikasi dan kecocokan.

Carilah dokter yang connection-nya ada, chemistry-nya ada, treatment itu adalah kerjasama antara dokter dengan pasien. Kerjasamanya bagus, percayalah kesembuhan ada, jadi komunikasi itu penting, dan salah satu buat kami adalah ayo tetap bersemangat untuk edukasi

Ia mengajak tenaga kesehatan terus bersemangat memberi edukasi, dan mendorong pasien aktif dalam proses pengobatan. Dengan komunikasi yang baik, perawatan menjadi lebih terarah dan hasil klinis berpeluang lebih baik.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait