Kesehatan

Hari Apoteker Sedunia: Sejarah, Peran FIP, dan Tema 2026

Bagikan:
Ilustrasi apoteker meracik obat di apotek dengan latar tumpukan obat dan rak

Hari Apoteker Sedunia diperingati setiap 25 September untuk menyorot peran apoteker dalam kesehatan masyarakat. Peringatan ini berakar pada berdirinya Federasi Farmasi Internasional (FIP) pada 25 September 1912 di Den Haag, Belanda, dan kini dikoordinasikan FIP bersama organisasi anggotanya sejak 2010.

Sejarah singkat dan penetapan tanggal

Gagasan hari khusus bagi profesi farmasi muncul sebelum ditetapkan secara resmi. Pada 2009, H. Tekiner mengusulkan 25 September sebagai hari peringatan internasional melalui artikel yang diterbitkan FIP. Dewan FIP menyetujui usulan itu dalam pertemuan di Istanbul, Turki, pada 2009.

Sejak keputusan tersebut, FIP mengoordinasikan peringatan dan membantu anggota organisasi merancang kampanye lokal yang relevan.

Peran FIP dan jangkauan global

FIP adalah organisasi nonpemerintah yang fokus pada praktik, pendidikan, dan ilmu farmasi. Organisasi ini memiliki hubungan resmi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan mewakili jutaan tenaga farmasi di seluruh dunia.

FIP menyebut kehadirannya di 157 negara dan teritori, sehingga peringatan Hari Apoteker Sedunia menjadi platform global untuk menyampaikan pesan kebijakan dan praktik terbaik.

Tema tahunan dan fokus 2026

Setiap tahun, FIP menetapkan tema berbeda untuk Hari Apoteker Sedunia. Tema ini dipakai untuk menyoroti kontribusi apoteker terhadap isu kesehatan spesifik di berbagai negara.

Pada 2026, tema yang diangkat adalah "Empowering pharmacists for healthier futures". Tema ini menekankan kebutuhan dukungan bagi apoteker agar mampu menjawab tantangan kesehatan yang terus berkembang, termasuk perubahan epidemiologi dan tuntutan layanan kesehatan primer.

Makna bagi kesehatan masyarakat

Peringatan ini menjadi momentum bagi profesi farmasi untuk memperlihatkan kontribusi nyata terhadap pengobatan, manajemen obat, dan edukasi pasien. Lewat kampanye tahunan, apoteker dapat meningkatkan kesadaran publik soal penggunaan obat yang aman dan penguatan layanan kesehatan primer.

Implikasi dan langkah ke depan

Dengan adanya tema dan koordinasi global, negara-negara anggota dapat menyesuaikan kegiatan lokal sesuai kebutuhan masyarakat. Dukungan kebijakan dan investasi dalam pendidikan farmasi menjadi kunci agar apoteker mampu menjalankan peran yang lebih luas di sistem kesehatan.

Dengan peringatan yang konsisten setiap 25 September, profesi apoteker mendapat panggung internasional untuk menunjukkan kontribusi dan mengadvokasi peran yang lebih besar dalam pencapaian kesehatan masyarakat.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait