Kesehatan

Komisi IX Minta Kemenkes Peringatkan Warga soal Super Flu

Bagikan:
Ilustrasi petugas kesehatan dan virus influenza A(H3N2) subclade K

Komisi IX DPR meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) aktif memperingatkan masyarakat tentang deteksi influenza A(H3N2) subclade K atau yang kerap disebut "Super Flu" di 13 provinsi, serta memastikan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan. Pernyataan itu disampaikan pada 24 September 2026 sebagai respons atas data pengawasan kasus influenza hingga minggu ke-37.

Desakan kesiapsiagaan dari DPR

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, menilai informasi publik harus jelas agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta Kemenkes bersama pemerintah daerah menyiapkan fasilitas dan tenaga kesehatan untuk menghadapi lonjakan kasus.

"Kemenkes harus memberikan peringatan kepada masyarakat dan mengimbau masyarakat waspada terhadap merebaknya super flu di 13 provinsi,"

Yahya menekankan pentingnya dukungan obat, tenaga medis, dan kesiagaan layanan agar tidak ada warga yang terlambat ditangani.

Kesiapan rumah sakit dan puskesmas

Komisi IX meminta rumah sakit dan puskesmas siaga 24 jam. Langkah yang disorot meliputi penambahan tenaga, persediaan obat, serta prosedur rujukan yang jelas untuk pasien bergejala berat.

  • Siapkan tenaga medis dan tenaga kesehatan tambahan
  • Pastikan ketersediaan obat dan peralatan penunjang
  • Aktifkan layanan 24 jam di fasilitas primer dan rujukan
  • Berikan perhatian khusus kepada anak-anak dan lansia

Data pengawasan dan sebaran kasus

Kemenkes melaporkan data pengawasan kasus influenza dan COVID-19 per 19 September 2026 (minggu ke-37). Data dikumpulkan melalui pemeriksaan di beberapa laboratorium dan rumah sakit rujukan. Kemenkes mengingatkan data beberapa minggu terakhir bersifat sementara dan dapat berubah.

Periode Spesimen Diperiksa Positif Influenza Rincian Subtipe
Minggu ke-36 185 86 76 A(H1N1)pdm09, 8 A(H3N2), 2 B(Victoria)

Secara kumulatif sejak Januari 2026, influenza A(H3N2) subclade K telah terdeteksi di 13 provinsi. Dua provinsi dengan kasus terbanyak adalah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, masing-masing 18 kasus atau sekitar 24% dari total kasus yang tercatat.

Penjelasan Kemenkes

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menegaskan pemerintah menggunakan istilah resmi untuk kasus ini.

"Yang digunakan istilahnya influenza tipe A(H3N2) subclade K. Data tersebut merupakan data kumulatif dari Januari 2026,"

Apa yang harus dilakukan ke depan

Komisi IX meminta pemerintah melakukan mitigasi juga di daerah yang belum terdeteksi kasus subclade K. Fokus perlindungan diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia agar risiko berat dan kematian bisa ditekan.

Ke depan, publik diimbau mengikuti arahan otoritas kesehatan, meningkatkan kebersihan pernapasan, dan segera mencari layanan kesehatan jika muncul gejala pernapasan berat.

Pemantauan dan pembaruan data oleh Kemenkes akan menentukan langkah-langkah respons selanjutnya, termasuk kemungkinan pengetatan protokol di daerah dengan peningkatan kasus.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait