Politik

PDI Perjuangan Pasuruan Peringati 30 Tahun Kudatuli Lewat Sarasehan

Bagikan:
Peserta sarasehan PDI Perjuangan Kota Pasuruan memperingati 30 tahun Kudatuli

KOTA PASURUAN — DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan menggelar sarasehan dan renungan untuk memperingati 30 tahun peristiwa Kuda Tuli pada Minggu, 26 Juli 2026, di Kantor DPC. Kegiatan bertujuan mengenang peristiwa politik 1996 dan menjadi bahan pembelajaran bagi kader tentang perjalanan demokrasi.

Acara dipadukan dengan pemutaran film dokumenter sejarah Kudatuli. Hadir pada kegiatan itu jajaran struktural DPC, pengurus PAC se-Kota Pasuruan, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan.

Suasana acara dan peserta

Suasana acara terasa khidmat saat peserta menyaksikan pemutaran film dokumenter bersama. Tayangan membawa kembali konteks sejarah dan dinamika politik yang berlangsung pada 1996.

  • Jajaran struktural DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan
  • Pengurus PAC se-Kota Pasuruan
  • Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan

Makna bagi generasi muda

Sekretaris DPC, Tatit Panji, menilai refleksi sejarah penting untuk mengajarkan kader muda tentang perjalanan organisasi dan demokrasi bangsa. Ia menekankan perlunya memahami sejarah agar menjadi pelajaran bagi generasi sekarang.

Renungan ini bukan sekadar untuk mengingat sebuah peristiwa. Kita ingin kader memahami bahwa perjalanan demokrasi memiliki sejarah panjang dan tidak selalu berjalan mudah. Sejarah harus dipelajari agar menjadi pelajaran bagi generasi sekarang untuk menjaga demokrasi dan menghargai perbedaan.

Pesan pimpinan partai

Ketua DPC, Mahfud Husaeri, S.T., mengatakan peringatan ini harus menjadi momentum pembelajaran, bukan ajang mengungkit konflik lama. Ia menyerukan perjuangan politik yang konstitusional dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Kita tidak boleh melupakan sejarah. Tetapi mengingat sejarah bukan berarti terus hidup dalam konflik masa lalu. Kita harus mengambil pelajaran, menjaga nilai-nilai demokrasi, dan memastikan perjuangan politik hari ini dilakukan dengan cara yang konstitusional serta berpihak kepada kepentingan rakyat.

Mahfud juga menekankan pentingnya konsistensi, disiplin, dan tanggung jawab kader. Ia menilai soliditas internal partai harus dipertahankan bersamaan dengan komunikasi sehat bersama masyarakat.

Refleksi 30 tahun Kudatuli di Pasuruan menegaskan bahwa memori kolektif menjadi sumber pembelajaran politik. Ke depan, partai berharap peringatan serupa dapat mendorong kader untuk aktif menjaga demokrasi dan menghormati perbedaan.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait