Surabaya Diminta Perluas Perekaman IKD ke Balai RW
SURABAYA — Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, mendesak Pemerintah Kota memperluas jangkauan perekaman Identitas Kependudukan Digital (IKD) hingga tingkat Balai RW. Pernyataan itu disampaikan saat Anas meninjau pelayanan administrasi kependudukan di Jalan Panjang Jiwo Gang Besar Nomor 04, Surabaya, Rabu (9/9/2026) malam.
Dorong layanan jemput bola untuk inklusi digital
Anas menilai transformasi digital harus menjangkau semua lapisan masyarakat. Ia menekankan ukuran keberhasilan bukan sekadar kecanggihan aplikasi, melainkan kemudahan akses bagi warga.
"Digitalisasi jangan sampai bikin jarak dengan masyarakat. Jangan sampai warga yang tidak terbiasa dengan teknologi justru kesulitan.
Teknologi harus membuat pelayanan semakin dekat, cepat, dan sederhana,"
Politikus dari Fraksi PDI Perjuangan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan jemput bola. Menurut Anas, layanan yang datang ke lingkungan warga efektif bagi lansia, penyandang disabilitas, dan mereka yang sibuk bekerja.
Balai RW sebagai pusat layanan terpadu
Anas menyarankan Balai RW dan titik kumpul warga di pemukiman dimanfaatkan sebagai pusat perekaman IKD. Model ini dinilai mampu memangkas kebutuhan warga datang ke kantor kecamatan atau dinas.
Selain itu, Anas mengapresiasi inovasi tingkat kelurahan seperti program KUPAT MAMAH (Kunjungan di Tempat Masalah Tanah) di Kelurahan Panjang Jiwo. Ia menyebut inisiatif semacam itu bukti responsivitas pemerintahan yang dekat dengan warga.
Manfaat langsung bagi warga
Antusiasme warga saat pelayanan diselenggarakan di Panjang Jiwo menjadi indikator kebutuhan tinggi terhadap pola jemput bola. Seorang warga menyatakan merasa terbantu karena tidak perlu mengantre lama di kantor pemerintahan.
Beberapa manfaat yang disebutkan antara lain:
- Mempercepat proses perekaman dan pengurusan dokumen
- Mengurangi beban akses bagi kelompok rentan
- Meningkatkan kepatuhan administrasi kependudukan
Langkah ke depan
Anas mendorong Pemkot Surabaya untuk merancang program layanan jemput bola yang terjadwal dan terintegrasi dengan data dinas terkait. Dengan demikian, proses digitalisasi layanan publik dapat bersifat inklusif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Jika Balai RW difungsikan sebagai titik layanan, akses terhadap Identitas Kependudukan Digital akan lebih merata dan pelayanan publik benar-benar hadir di tengah warga.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Novita Hardini Ajak Pemuda Trenggalek Manfaatkan Peluang Industri Gim
Novita Hardini mendorong pemuda Trenggalek mengubah hobi jadi profesi lewat industri gim untuk menciptakan k...
Novita Dorong Pemuda Trenggalek Manfaatkan Industri Gim
Novita Hardini ajak pemuda Trenggalek kembangkan keterampilan industri gim agar hobi jadi karya bernilai eko...
Bupati Sumenep Ajak Teladani Leluhur dalam Ziarah Hari Jadi ke-757
Bupati Sumenep pimpin ziarah di Asta Tinggi pada Hari Jadi ke-757 dan ajak masyarakat meneladani perjuangan...
DPRD Jember Teruskan 18 Tuntutan Mahasiswa, Tak Bisa Hentikan Tapera
DPRD Jember akan meneruskan 18 tuntutan mahasiswa ke pusat, namun tak berwenang menghentikan Tapera dan prog...
Ketua Komisi E Usulkan AI untuk Menghidupkan Wayang ke Generasi Muda
Ketua Komisi E Jatim usulkan AI untuk menghidupkan wayang agar lakon dan nilai budaya lebih mudah dijangkau...
DPRD Tulungagung Sahkan Lima Perda, PDI Perjuangan Beri Catatan
DPRD Tulungagung dan eksekutif mengesahkan lima Perda pada 30 Oktober 2026; PDI Perjuangan memberi catatan a...