Komisi B DPRD Magetan Telaah KUA-PPAS 2026 untuk Penguatan UMKM
MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah pada Selasa (8/9/2026) di Ruang Badan Musyawarah DPRD. Pertemuan membahas pendalaman Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026 dengan fokus pada efektivitas anggaran bagi sektor ekonomi kerakyatan.
Fokus pembahasan dan tujuan anggaran
Ketua Komisi B, Hj. Rita Haryati, menyatakan bahwa pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) diarahkan pada pemanfaatan anggaran yang langsung terasa oleh masyarakat. Pembahasan menekankan agar setiap program memiliki dasar kebutuhan yang jelas, transparan, dan terukur.
"Yang terpenting bukan hanya berapa besar anggaran yang dialokasikan, tetapi bagaimana anggaran tersebut dapat digunakan secara efektif dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat," ujar Rita Haryati.
Menurut Rita, fokus alokasi diarahkan pada penguatan UMKM, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta perlindungan tenaga kerja lokal. Dengan demikian, perubahan KUA-PPAS diharapkan tidak sekadar administratif, melainkan berdampak nyata pada perekonomian rakyat.
Pengawasan dan evaluasi koperasi
Selain penyelarasan anggaran, Komisi B memberikan instruksi kepada Dinas Koperasi dan UKM untuk memperketat mekanisme monitoring dan evaluasi terhadap koperasi binaan. Evaluasi berkala dianggap penting untuk memastikan tata kelola koperasi berjalan sehat, profesional, dan sesuai regulasi.
Penguatan pengawasan mencakup pemeriksaan kepatuhan administratif, transparansi laporan keuangan, serta pembinaan kapasitas pengurus koperasi. Komisi B menilai langkah ini krusial agar alokasi anggaran mencapai target yang tepat sasaran.
Harapan DPRD terhadap penyusunan APBD
Melalui fungsi pengawasan dan pembahasan teknis, DPRD Magetan berharap Perubahan KUA-PPAS 2026 menghasilkan perencanaan APBD yang akuntabel, tepat sasaran, dan responsif terhadap kebutuhan pembangunan daerah. Rapat ini menjadi bagian dari proses memastikan belanja daerah mendukung pemulihan ekonomi lokal dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Selanjutnya, Komisi B akan menunggu tindak lanjut dari Dinas Koperasi dan UKM berupa rencana aksi dan laporan evaluasi periodik. Langkah ini penting agar kebijakan anggaran yang disusun dapat segera diimplementasikan dan dipantau hasilnya.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
ASN Blitar Kerja Bakti di Pasar lewat Gerakan ASRI
ASN Blitar dikerahkan dalam Gerakan ASRI untuk membersihkan Pasar Kanigoro dan Sutojayan pada 30 Oktober 202...
Novita Hardini Ajak Pemuda Trenggalek Manfaatkan Peluang Industri Gim
Novita Hardini mendorong pemuda Trenggalek mengubah hobi jadi profesi lewat industri gim untuk menciptakan k...
Novita Dorong Pemuda Trenggalek Manfaatkan Industri Gim
Novita Hardini ajak pemuda Trenggalek kembangkan keterampilan industri gim agar hobi jadi karya bernilai eko...
Bupati Sumenep Ajak Teladani Leluhur dalam Ziarah Hari Jadi ke-757
Bupati Sumenep pimpin ziarah di Asta Tinggi pada Hari Jadi ke-757 dan ajak masyarakat meneladani perjuangan...
DPRD Jember Teruskan 18 Tuntutan Mahasiswa, Tak Bisa Hentikan Tapera
DPRD Jember akan meneruskan 18 tuntutan mahasiswa ke pusat, namun tak berwenang menghentikan Tapera dan prog...
Ketua Komisi E Usulkan AI untuk Menghidupkan Wayang ke Generasi Muda
Ketua Komisi E Jatim usulkan AI untuk menghidupkan wayang agar lakon dan nilai budaya lebih mudah dijangkau...