Kesehatan

MRCCC Siloam Semanggi Perkuat Kompetensi Perawat Onkologi

Bagikan:
Perawat MRCCC Siloam Semanggi berdiskusi dengan tim medis dalam layanan kanker

MRCCC Siloam Semanggi memperkuat kompetensi perawat untuk mendukung layanan kanker berbasis tim multidisiplin setelah meraih Magnet Recognition with Distinction dari American Nurses Credentialing Center pada 2026. Langkah ini meliputi pelatihan onkologi dan target agar sebagian besar perawat memiliki kompetensi khusus dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan.

Pengakuan Magnet dan maknanya

Penghargaan Magnet Recognition with Distinction menilai praktik dan kepemimpinan keperawatan melalui sistem, budaya, serta praktik organisasi. Penilaian menggunakan Magnet Model yang mencakup kepemimpinan, pemberdayaan, praktik profesional, inovasi, dan hasil pelayanan.

Chief Executive Officer MRCCC Siloam Semanggi, Tries Nainggolan, menyatakan penghargaan itu mencerminkan keterpaduan layanan rumah sakit.

"Magnet Recognition with Distinction bukan sekadar pengakuan terhadap keperawatan. Ini mencerminkan sistem organisasi yang memungkinkan berbagai keahlian bekerja bersama secara terintegrasi,"

— Tries Nainggolan, CEO MRCCC Siloam Semanggi

Target pelatihan dan pengembangan tenaga keperawatan

MRCCC memasang target agar 80 persen perawatnya menjadi perawat onkologi dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun. Target ini didukung oleh pengembangan program pelatihan keperawatan onkologi yang disesuaikan dengan kebutuhan klinis.

Pelatihan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan perawat dalam memantau terapi, mengenali efek samping, dan mengoordinasikan kebutuhan pasien selama perawatan.

Peran perawat selama terapi

Head of Nursing MRCCC Siloam Semanggi, Fretty Lamria Manalu, mengatakan perawat berperan penting dalam mendampingi pasien sepanjang terapi. Perawat membantu pasien memahami kondisi, mengenali perubahan, serta menghubungkan kebutuhan pasien dengan tim medis.

"Pasien kanker tidak hanya membutuhkan terapi yang tepat. Mereka juga membutuhkan seseorang yang memahami kondisi tubuh selama menjalani terapi,"

— Fretty Lamria Manalu, Head of Nursing MRCCC Siloam Semanggi

Fretty menambahkan bahwa meski teknologi pengobatan kanker berkembang pesat, human touch dari perawat tetap diperlukan karena mereka mendampingi pasien 24 jam.

Pendekatan tim multidisiplin

MRCCC menerapkan pendekatan multidisciplinary team (MDT) sesuai kebutuhan pasien untuk memastikan perawatan yang terintegrasi.

  • Dokter
  • Perawat
  • Apoteker
  • Radiografer
  • Ahli gizi
  • Psikolog
  • Rehabilitasi medik
  • Tim paliatif

Penguatan keperawatan diarahkan untuk mendukung koordinasi pelayanan dan pemenuhan kebutuhan pasien selama menjalani terapi. Hal ini menjadi bagian dari pengembangan layanan kanker yang terintegrasi dan berpusat pada pasien.

Implikasi dan langkah ke depan

Dengan strategi ini, MRCCC berharap meningkatkan kualitas keseluruhan layanan onkologi dan memperkuat peran perawat sebagai penghubung antara pasien dan tim medis. Pengembangan kompetensi berkelanjutan dan pelatihan khusus akan menjadi fokus utama dalam beberapa tahun mendatang.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait