BNN Temukan Narkotika Cair di Vape, Ancaman Kesehatan dan Sosial
Badan Narkotika Nasional (BNN)narkotika cair ke dalam perangkat rokok elektrik (vape). Temuan ini diumumkan pada September 2026 dan memicu kekhawatiran karena cairan berbahaya bisa disamarkan menyerupai e-liquid biasa sehingga pengguna tidak menyadari kandungannya.
Modus baru dan kasus yang dibongkar
BNN melaporkan peningkatan kasus peredaran narkotika berbentuk cair dalam dua bulan terakhir. Penyelidikan mengungkap penyelundupan etomidate dan metamfetamina dalam bentuk cair yang dimasukkan ke perangkat vape untuk memudahkan konsumsi tanpa terdeteksi.
Hasil pemeriksaan laboratorium
BNN memeriksa ratusan sampel vape di laboratorium. Dari total 1.745 sampel yang diuji, sebanyak 1.716 sampel terdeteksi mengandung narkotika, sebuah angka yang menunjukkan skala masalah yang cepat meluas.
| Sampel Diperiksa | Terdeteksi Narkotika | Tidak Terdeteksi |
|---|---|---|
| 1.745 | 1.716 | 29 |
Risiko kesehatan penggunaan vape
Selain potensi penyalahgunaan narkotika, vape mengandung nikotin yang bersifat adiktif. Kementerian Kesehatan menyatakan nikotin dapat memengaruhi fungsi otak seperti ingatan, perhatian, proses belajar, suasana hati, dan pengendalian diri, terutama pada remaja yang otaknya masih berkembang.
Kandungan lain dalam e-liquid, seperti propilen glikol dan gliserol, dapat memicu iritasi saluran napas. Beberapa aldehida yang terbentuk selama pemanasan dilaporkan menyebabkan inflamasi paru. Selain itu, aerosol vape membawa partikel halus dan bahan kimia yang berpotensi menimbulkan inflamasi jantung dan gangguan sistemik.
Paparan tidak langsung dan dampak sosial
Risiko tidak hanya muncul dari pengguna langsung. Paparan pasif terhadap aerosol vape dapat membuat orang di sekitar menghirup nikotin dan partikel toksik. BNN memperingatkan jika peredaran narkotika cair lewat vape tidak dikendalikan, konsekuensi sosial, kesehatan, dan ekonomi bisa meningkat.
Impak pada anak muda dan langkah ke depan
Vape berisiko tinggi pada kelompok usia muda karena kerentanan perkembangan otak. Penyalahgunaan cairan yang disamarkan sebagai e-liquid dapat membuka pintu pergeseran pola konsumsi narkotika di kalangan remaja. Oleh karena itu, aparat dan pemangku kebijakan perlu memperkuat pengawasan, edukasi, dan penegakan hukum untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan.
Kesimpulannya, rokok elektrik tidak bisa dianggap sebagai alternatif yang bebas risiko. Selain nikotin dan bahan kimia berbahaya, ancaman penyalahgunaan narkotika cair melalui vape menuntut respons cepat dari otoritas dan kesadaran publik.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Bekasi Perkuat Komitmen Penurunan Stunting dengan Perencanaan Terpadu
Pemkab Bekasi perkuat komitmen penurunan stunting lewat perencanaan, layanan intervensi, serta transparansi...
Siloam Sentosa Perluas Layanan Kesehatan, Kapasitas Naik jadi 120 Bed
Siloam Hospitals Sentosa memperluas Gedung B, menambah layanan laparoskopi dan ESWL, serta menaikkan kapasit...
MRCCC Siloam Semanggi Perkuat Kompetensi Perawat Onkologi
MRCCC Siloam Semanggi tingkatkan kompetensi perawat onkologi dan targetkan 80% perawat bersertifikat setelah...
Nethan Nusaputra: 'Hidup Dimulai dari Pola' di TNI RUN 2026
Nethan Nusaputra bawa pesan 'Hidup Dimulai dari Pola' di TNI RUN 2026, mengajak memulai hidup sehat lewat ke...
IDAI: Anak dengan Influenza A Perlu Diberi Cairan Lebih Sering
IDAI Jabar: Beri cairan lebih sering pada anak dengan influenza A dan pantau frekuensi buang air kecil untuk...
IDAI: Data Rumah Sakit Belum Gambarkan Influenza Nasional
IDAI menyatakan kasus influenza meningkat di beberapa rumah sakit, namun data rumah sakit belum sepenuhnya m...