Masyarakat Minta Penguatan Program Magang Nasional
Masyarakat memberikan masukan agar Program Magang Nasional yang berjalan sejak 2025 diperkuat untuk meningkatkan kesempatan kerja lulusan baru. Saran itu disampaikan dalam dialog publik, termasuk permintaan penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri, seleksi peserta yang transparan, peluang penempatan luar negeri, serta pengawasan agar magang tidak disalahgunakan sebagai tenaga kerja murah. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp4,14 triliun dan kuota 150 ribu peserta untuk 2026.
Masukan terkait kurikulum dan kualitas pendidikan
Soan, warga Samarinda, menilai program perlu didukung oleh pembenahan pendidikan. Ia menekankan agar kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri agar lulusan memiliki keterampilan yang relevan.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan menjadi langkah penting untuk memperbesar peluang terserapnya lulusan ke pasar kerja. Ia juga menyebutkan bahwa langkah serupa perlu diterapkan pada pendidikan vokasi dan SMK.
"Lulusan baru bisa terserap industri karena keterampilannya sesuai kebutuhan. Hal serupa juga perlu diterapkan pada pendidikan vokasi dan SMK," kata Soan dalam dialog Pro3 RRI, Rabu, 17 Juni 2026.
Transparansi seleksi dan permintaan penempatan luar negeri
Soan meminta proses seleksi peserta dilakukan secara transparan. Dengan seleksi terbuka, masyarakat dapat mengawasi pelaksanaan program dan mengurangi potensi penyimpangan.
Ia juga berharap pemerintah membuka jalur penempatan peserta magang ke luar negeri untuk menambah pengalaman dan jejaring profesional bagi lulusan baru.
Kekhawatiran penyalahgunaan dan dorongan kewirausahaan
Sejumlah warga mengingatkan risiko penyalahgunaan program. Mereka mengingatkan agar magang tidak menjadi kedok untuk mempekerjakan peserta sebagai tenaga kerja murah tanpa kompensasi dan perlindungan yang layak.
Sementara itu, Haryanto dari Kutai Barat memberi dukungan terhadap keberlanjutan program. Ia berharap pengalaman magang bisa menjadi modal bagi peserta yang belum direkrut perusahaan untuk membuka usaha sendiri.
"Peserta yang belum direkrut perusahaan dapat membuka usaha sendiri. Pengalaman magang bisa menjadi modal mencari peluang ekonomi baru," ujar Haryanto.
Anggaran dan kuota 2026
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp4,14 triliun untuk Program Magang Nasional tahun 2026. Untuk tahun itu, tersedia kuota 150 ribu bagi lulusan sarjana dan diploma.
Catatan akhir dan prospek
Masukan masyarakat menyorot pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah untuk memastikan program memberi manfaat nyata. Ke depan, fokus pada kurikulum relevan, proses seleksi yang transparan, serta perlindungan peserta akan menjadi kunci keberhasilan program.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polri Raih Rekor MURI lewat Penanaman Bawang Putih Serentak
Polri raih rekor MURI lewat penanaman bawang putih serentak di 279,53 ha, melibatkan 59 Polres di 14 Polda,...
GMF Rampungkan Modernisasi Hercules C-130H A-1319
GMF menyelesaikan modernisasi Hercules C-130H A-1319, memperpanjang masa operasional hingga 20 tahun dan men...
Wapres Gibran Tinjau Gempa NTT, Libatkan Mahasiswa untuk Trauma Healing
Wapres Gibran bertolak ke NTT 20 Agustus 2026 untuk memantau penanganan gempa; mahasiswa dilibatkan dalam tr...
KAI Commuter Imbau Antisipasi Gangguan KRL Pasca Dua Insiden
KAI Commuter minta penumpang antisipasi gangguan KRL usai dua insiden yang menyebabkan keterlambatan pada 20...
Kementerian Ekonomi Kreatif Jajaki Kolaborasi dengan ION Perluas Pasar Digital
Kemenparekraf bertemu ION pada 20 Agustus 2026 untuk perluas akses pasar digital, dorong AI, pemasaran digit...
Bendera Raksasa 10x5 m Dikibarkan di Muara Tujuh Sungai Subang
Bendera Merah Putih 10x5 meter dikibarkan di Muara Tujuh Sungai, Subang saat HUT RI ke-81 sambil mengkampany...