Politik

PDI Perjuangan Jember Gunakan Nobar dan Buku untuk Pendidikan Politik

Bagikan:
Suasana nobar dan pembagian buku oleh PDI Perjuangan Jember untuk pendidikan politik generasi muda

JEMBER — DPC PDI Perjuangan Jember mengembangkan cara baru pendidikan politik dengan menggabungkan literasi buku dan nobar film. Kegiatan yang berlangsung hingga awal November 2026 bertujuan menghidupkan ingatan sejarah sekaligus mengaitkannya dengan kondisi politik saat ini.

Inisiatif pendidikan politik lewat film

Program itu salah satunya mengangkat pemutaran film Laut Bercerita sebagai pemicu diskusi. Inisiatif bermula dari percakapan informal di ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Jember antara anggota DPRD dan wartawan yang pernah mengalami era Reformasi 1998.

Anggota Komisi A DPRD Jember, Tabroni, menjelaskan latar gagasan tersebut. Ia menyebut pengalaman menonton menjadi cara efektif untuk membangkitkan memori kolektif dan memancing diskusi.

“Mulanya dari ruang Banmus, saya dan teman-teman media yang pernah hidup di angkatan 1998 bercerita soal film Laut Bercerita. Daripada kita mengenang hanya dalam bentuk lisan, saya ajak teman-teman media menonton saja.” — Tabroni

Literasi buku sebagai penguat pesan

Selain film, DPC menggunakan buku sebagai medium edukasi. Tradisi pembagian buku telah terlihat dalam sejumlah kegiatan partai, seperti pada ajang Soekarno Run dan sesi bedah buku.

Pada nobar film Bapak Paling Jujur di Kota Cinema Mall (28/10/2026), panitia membagikan lima buku bertema nasionalisme dan demokrasi kepada penonton usia 14–29 tahun. Penerima diminta memberi pandangan singkat tentang kondisi demokrasi saat ini.

  • Nasional.is.Me — Pandji Pragiwaksono
  • Generasi Kembali ke Akar — Muhammad Faisal
  • Aldera: Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993–1999
  • Plus dua judul lain bertema nasionalisme dan demokrasi

“Ini bentuk konsistensi kami, bahwa dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan Gen Z, kami selalu memberikan buku, agar Gen Z bisa kembali kepada buku, di tengah literasi membaca yang semakin rendah.” — Candra Ary Fianto, Bendahara DPC PDI Perjuangan Jember

Respon dan tujuan

Respons terhadap pendekatan ini positif. Seorang jurnalis lokal menilai langkah DPC memberi ruang baru bagi pendidikan politik, khususnya untuk generasi muda.

“PDI DPC Perjuangan Jember keren. Mulai dari tradisi membagikan buku sebagai literasi untuk kalangan Gen Alpha dan Gen Z, kini membangun tradisi baru, yakni pendidikan politik melalui nobar.” — Oryza A. Wirawan

Tujuan utamanya adalah memperluas akses edukasi politik di luar format formal. Film dan buku menjadi jembatan untuk membahas nasionalisme, demokrasi, dan peran warga negara.

Implikasi dan prospek

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pendidikan politik dapat hidup melalui kebudayaan dan karya kreatif. Jika berkelanjutan, model gabungan nobar dan literasi berpotensi melahirkan ruang diskusi yang lebih inklusif untuk generasi muda di Jember.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait