Lokal

Wali Kota Tanjungbalai Tinjau dan Rencanakan Penataan Beting Semelur

Bagikan:
Wali Kota meninjau kawasan Beting Semelur untuk penataan dan pengelolaan aset

Tanjungbalai — Wali Kota Mahyaruddin Salim bersama sejumlah OPD melakukan peninjauan kawasan Beting Semelur, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, pada Kamis sore (5/11). Kunjungan itu bertujuan menindaklanjuti status aset dan merancang penataan agar kawasan menjadi rapi, bersih, dan menarik sebagai pusat kunjungan warga.

Peninjauan dan status aset

Tim pemkot mendatangi seluruh area dan menanyakan siapa penanggung jawab aset setelah penyerahan dari Kementerian PUPR melalui program KOTAKU pada 2023. Wali Kota menegaskan perlu kepastian OPD pengelola agar tanggung jawab jelas.

"Karena ini sudah menjadi aset daerah, pertanyaan kita siapa yang menjadi penanggungjawabnya, OPD yang mana."

Setelah koordinasi dengan Asisten dan BPKPD, pemerintah kota memutuskan mencatatkan aset tersebut di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Langkah ini dimaksudkan agar ada lembaga yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan kawasan.

Opsi pengembangan kawasan

Wali Kota menjabarkan tiga opsi pengembangan setelah aset resmi diserahkan ke Dinas Perkim. Kawasan akan ditata mulai dari penataan pedestrian hingga pembangunan fasilitas pendukung UMKM di lahan kosong.

  1. Mencari dukungan dari Kementerian melalui komunikasi dan jaringan yang dibangun Dinas Perkim.
  2. Penganggaran lewat APBD, dengan koordinasi BPKPD dan Banggar untuk kemungkinan masuk pada APBD TA 2027 atau 2028.
  3. Menjajaki kerja sama dengan pihak swasta, pengusaha, atau investor untuk pengelolaan berskala lebih besar.

"Jadi, setelah tadi koordinasi dengan Asisten dan juga BPKPD, kami akan mencatatkan ini menjadi aset di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Sehingga ada yang bertanggungjawab secara mutlak."

Manfaat ekonomi dan kegiatan publik

Area yang ditata direncanakan untuk menampung kios atau gerai UMKM. Pemerintah berharap pengelolaan oleh masyarakat setempat meningkatkan pendapatan daerah (PAD) sekaligus membuka lapangan usaha.

Kawasan juga diusulkan menjadi tempat penyelenggaraan event pariwisata dan olahraga tradisional, seperti perahu naga dan pertunjukan seni lokal. Disporapar akan didorong untuk menggugah kreatifitas anak muda setempat.

Langkah selanjutnya dan harapan

Wali Kota meminta BPKPD segera menyerahkan dokumen aset ke Dinas Perkim dan memohon dukungan camat, lurah, serta kepala lingkungan untuk menertibkan bangunan liar. Ia juga mendorong gotong royong rutin agar area tidak kembali kumuh.

"Sesuai harapan saya ini dapat menjadi kampung Warna Warni... nantinya tidak lagi seperti kita lihat. Nanti kita tentukan warnanya, warna apa yang cocok, tentunya akan kita sesuaikan dengan nuansa Kota Tanjungbalai karena daerah kita kan khasnya Melayu."

Meski mengakui keterbatasan PAD dan fiskal, Wali Kota menegaskan komitmen untuk terus mendorong penataan, peningkatan ekonomi lokal, dan pengembangan UMKM di Beting Semelur.

"Walaupun kami menyadari saat ini dengan keterbatasan PAD, Fiskal dan APBD sedikit agak sulit, tetapi ini tidak membuat kita putus asa, tetap semangat dan yakin."
Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait