Lokal

Aceh Besar Percepat Penanganan Kekeringan untuk Sawah

Bagikan:
Petani dan bantuan pompa air atasi kekeringan sawah di Aceh Besar

Kota Jantho — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mempercepat penanganan kekeringan yang mulai mengancam lahan pertanian di beberapa lokasi. Tindakan cepat dilakukan sejak laporan kekurangan air diterima, terutama di Blang Musang, Kecamatan Lhoknga, pada 3 Agustus.

Peninjauan lapangan dan temuan

Plt Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Imam Munandar, STP, menyatakan tim dinas sudah turun langsung meninjau lokasi yang melaporkan kekurangan air. Hasil pengecekan menunjukkan terdapat sekitar 4 hektar lahan yang belum mendapat pasokan irigasi karena posisinya lebih tinggi dan jauh dari sumber air.

“Kami sudah meninjau untuk ketersediaan air, memang butuh penanganan segera karena kekeringan. Bupati sudah instruksikan kita bergerak cepat,” ujar Imam Munandar.

Langkah penanganan yang dilakukan

Sebagai respon cepat, pemerintah daerah bekerjasama dengan pihak swasta dan warga setempat. Upaya yang sudah dilakukan meliputi penyediaan sumur bor dan mesin pompa untuk memasok air ke lahan terdampak.

  • Dua sumur bor: satu bantuan dari PT Solusi Bangun Andalas (SBA) dan satu dari swadaya masyarakat.
  • Dua unit pompa air: satu bantuan dari PT SBA dan satu bantuan langsung dari Bupati H. Muharram Idris.

Peninjauan lapangan juga dihadiri camat, mantan penjabat keuchik, penyuluh pertanian, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), perwakilan pemerintah daerah, serta para petani setempat.

Arahan pemerintah dan imbauan kepada petani

Imam menegaskan semua laporan masyarakat akan segera ditindaklanjuti sesuai arahan Bupati. Warga diminta tidak ragu melapor bila menemukan lahan yang membutuhkan pengaturan air atau bantuan teknis.

“Jangan resah. Setiap ada kondisi yang membutuhkan penanganan, segera sampaikan kepada pemerintah. Kami akan turun ke lokasi dan membantu petani, termasuk menurunkan mesin pompa air dan mengatur distribusi air irigasi,” kata Imam.

Dampak dan prospek ke depan

Pemerintah Kabupaten mengupayakan penyaluran air yang merata agar petani dapat melanjutkan musim tanam dan mengurangi risiko gagal panen. Langkah teknis sementara, seperti pompa dan sumur bor, diarahkan untuk area yang posisi lahannya tinggi dan sulit dijangkau irigasi utama.

Ke depan, upaya ini dapat menjadi dasar pengaturan distribusi air irigasi yang lebih permanen bila musim kemarau berkepanjangan. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan produktivitas sawah tetap terjaga.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait