PT Liga Utama Indonesia Pisahkan Badan Hukum Championship
PT Liga Utama Indonesia memutuskan memisahkan badan hukum pengelolaan kompetisi Championship dari PT Liga Indonesia Baru untuk memperkuat kemandirian bisnis. Keputusan itu disampaikan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Hotel Sheraton Gandaria, Jakarta Selatan, Senin, 25 Agustus 2026.
Tujuan pemisahan dan latar belakang
Langkah pemisahan dilakukan agar entitas bisnis Championship lebih mandiri dan pengelolaan keuntungan serta risiko menjadi lebih jelas. Budiman Dalimunthe, General Manager I.League, mengatakan pembentukan PT Liga Utama Indonesia dilakukan setelah keputusan Kongres PSSI 2023.
Menurut Budiman, sebelumnya Championship masih berada dalam satu perusahaan bersama Super League, sehingga perlu dipisah untuk memperjelas batas tanggung jawab dan aliran keuangan.
"Dengan adanya PT Liga Utama Indonesia, perlahan tapi pasti nanti jadi lebih mandiri. Lebih mandiri entitas bisnisnya terpisah, agar lebih jelas juga nanti,"
Keputusan RUPS dan struktur kepemilikan
Dalam RUPS tahunan, para pemegang saham menyetujui seluruh agenda kegiatan, bisnis, dan laporan keuangan PT Liga Utama Indonesia. Peserta RUPS melibatkan PT Liga Indonesia Baru serta klub-klub peserta Championship yang menjadi pemegang saham.
Budiman menjelaskan struktur kepemilikan berbeda dengan perusahaan yang mengelola Super League. Saham mayoritas dimiliki PT Liga Indonesia Baru, sementara sisa saham kurang dari 50 persen dibagi rata oleh 20 klub peserta Championship.
"Baik itu kalau ada keuntungan dividen, kalau ada kerugian ya ditanggung bersama,"
Implikasi keuangan dan operasional
Pemisahan badan hukum memberi kejelasan terkait pengelolaan keuntungan, distribusi dividen, dan pembagian risiko jika terjadi kerugian. Dengan entitas yang terpisah, pengawasan tata kelola dan transparansi keuangan dapat ditingkatkan.
Selain itu, PT Liga Utama Indonesia akan menjalankan mandat pengelolaan Championship sekaligus Elite Pro Academy untuk musim kompetisi mendatang. Langkah ini diharapkan membuka ruang pengembangan bisnis yang lebih fokus bagi Championship.
Konsekuensi bagi tata kelola sepak bola profesional
Pemisahan badan hukum merupakan bagian dari upaya pembenahan tata kelola sepak bola profesional agar pengelolaan kompetisi lebih terarah dan berkelanjutan. Pemisahan juga diarahkan secara bertahap untuk menjaga kesinambungan operasional kedua kompetisi, Super League dan Championship.
Dengan struktur baru, pengamat dan pemangku kepentingan diharapkan dapat menilai kinerja bisnis dan sportivitas kompetisi Championship secara lebih terpisah dan transparan ke depan.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Anthony Hudson Bangga Meski Thailand Gagal Juara FIFA ASEAN Cup
Anthony Hudson tetap bangga pada pemain Thailand meski kalah adu penalti 2-4 dari Indonesia di final FIFA AS...
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kokoh di Asia Tenggara
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai kalahkan Thailand 4-2, memperkuat dominasi sepak bola negara di Asi...
De la Fuente Puji Lamine Yamal usai Spanyol Tekuk Ceko 3-1
Luis de la Fuente memuji Lamine Yamal setelah Spanyol menaklukkan Republik Ceko 3-1 di Oviedo; Yamal cetak g...
Lamine Yamal Cetak 11 Gol, Perpanjang Rekor di Usia 19
Lamine Yamal menambah koleksi jadi 11 gol untuk Spanyol, mencetak gol di tiga laga awal Nations League dan m...
Dramatis: Pangsuma FC Bangkit dan Taklukkan Proton FC 4-3
Pangsuma FC Kalbar menang dramatis 4-3 atas Proton FC Kuningan di pekan ke-13 Pro Futsal League, 3 Oktober 2...
Blacksteel FC Papua Tekuk Unggul FC 2-0 di PFL 3 Oktober
Blacksteel FC Papua menang 2-0 atas Unggul FC Malang di GOR POPKI Cibubur, 3 Oktober 2026 berkat gol Ardians...