Nasional

Kemendikdasmen Pastikan Pembelajaran Pascagempa di Flores

Bagikan:
Siswa dan guru di lokasi pengungsian menggunakan tenda ruang kelas darurat setelah gempa di Flores

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan proses pembelajaran tetap berjalan bagi murid terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur, sejak 16 Agustus 2026. Pemerintah menilai keselamatan menjadi prioritas, namun layanan pendidikan harus berlanjut untuk melindungi hak belajar anak.

Situasi dan perubahan moda pembelajaran

Berdasarkan data yang diterima, sebanyak 1.378 satuan pendidikan terdampak dan sekitar 116.324 murid membutuhkan dukungan pendidikan darurat. Pembelajaran disesuaikan dengan kondisi keselamatan warga sekolah dan lokasi pengungsian.

Keselamatan dan keberlanjutan pendidikan anak harus menjadi perhatian bersama, namun keterbatasan akibat bencana tidak boleh menghentikan hak anak untuk belajar, kata Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat pada 25 Agustus 2026.

Dari satuan pendidikan yang telah melapor, mode pembelajaran terbagi sebagai berikut: banyak sekolah menerapkan belajar dari rumah, sebagian menggunakan pembelajaran daring, dan beberapa membuka kelas darurat di lokasi pengungsian.

Rincian moda pembelajaran

Moda Pembelajaran Jumlah Sekolah
Belajar dari rumah 923
Pembelajaran daring 171
Kelas darurat 35
Tatap muka 30

Kerusakan fasilitas dan kebutuhan tanggap darurat

Gempa berdampak pada tujuh kabupaten di Flores dengan kerusakan pada ribuan ruang kelas. Dari 8.664 ruang kelas yang terdata, 5.521 ruang kelas mengalami kerusakan, termasuk 2.229 ruang kelas rusak berat atau total. Selain itu, 502 satuan pendidikan dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Jenis Data Jumlah
Ruang kelas terdata 8.664
Ruang kelas rusak 5.521
Ruang kelas rusak berat/total 2.229
Satuan pendidikan rusak berat 502

Bantuan pendidikan dan langkah Kemendikdasmen

Sejak 16 Agustus, tim Kemendikdasmen telah dikerahkan ke wilayah terdampak untuk menyalurkan bantuan pendidikan dan kebutuhan dasar. Kementerian menyediakan 100 tenda ruang kelas darurat bagi sekolah yang mengalami kerusakan berat.

Panduan Pembelajaran di Masa Darurat yang diterbitkan kementerian memberi fleksibilitas moda dan materi, dengan penekanan pada materi esensial serta penguatan literasi dan numerasi dasar.

Dukungan psikososial dan koordinasi

Selain penyediaan fasilitas, pendampingan psikososial diberikan bagi murid dan guru melalui kerja sama dengan mitra. Kemendikdasmen juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan layanan pembelajaran darurat berkelanjutan hingga kondisi pulih.

Langkah-langkah tersebut ditujukan untuk menjaga kontinuitas belajar dan meminimalkan gangguan pendidikan anak-anak korban bencana di Flores.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait