PLN Jakarta Raya Luncurkan Pembatik Muda untuk Perkuat UMKM Kreatif
PLN UID Jakarta Raya meluncurkan program Pembatik Muda untuk memperkuat ekosistem UMKM kreatif dengan menggelar pelatihan membatik setiap Sabtu sepanjang Juni 2026 di Rumah Batik Palbatu, Tebet, Jakarta Selatan. Kegiatan ini diikuti 28 peserta, terdiri atas mahasiswa, generasi muda, dan pelaku UMK pemula, dengan tujuan memberi keterampilan sekaligus membuka peluang usaha komersial.
Program dan tujuan
Program bernama Basecamp Milenial: Pembatik Muda merupakan bagian dari upaya PLN dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan. Kegiatan ini fokus pada pemberdayaan ekonomi kreatif serta pelestarian budaya batik melalui pelatihan teknis dan pendampingan berkelanjutan.
Materi dan metode pelatihan
Pelatihan dilaksanakan secara praktik setiap akhir pekan. Peserta mempelajari seluruh rangkaian proses produksi batik, dari perancangan motif hingga pengecapan dan pewarnaan. Materi utama meliputi:
- Perancangan motif menggunakan teknik cap kertas kreatif
- Pengecapan pada kain berukuran standar industri
- Proses pelorodan dan pewarnaan
- Pengemasan dasar dan penyiapan produk untuk pasar
Pendekatan berbasis praktik memungkinkan peserta memahami alur produksi sehingga menghasilkan produk dengan kualitas dan nilai jual yang kompetitif.
Dukungan PLN dan rencana lanjutan
Manajemen PLN UID Jakarta Raya menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan singkat. Pendampingan akan terus berjalan sampai peserta mampu mandiri.
Mengembangkan ekonomi kreatif menjadi salah satu fokus PLN. Kami tidak hanya menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat melalui program TJSL berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membangun ekosistem ekonomi kreatif yang memberi nilai tambah bagi masyarakat,
Program Pembatik Muda ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan, tetapi juga membuka peluang usaha baru agar generasi muda bisa menjadi pelaku ekonomi kreatif yang mandiri serta turut melestarikan warisan budaya batik Indonesia.
Lebih lanjut, PLN menyiapkan fasilitas lanjutan bagi peserta terbaik untuk mengikuti pameran dan bazar UMKM. Ada juga monitoring perkembangan usaha secara berkala serta bantuan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi yang ingin membangun merek batik sendiri.
Respon peserta
Salah satu peserta, Nabila dari Jakarta Selatan, menyampaikan bahwa pelatihan memberi pengalaman praktis dan keterampilan yang langsung dapat diterapkan.
Senang karena kami diajari dari nol teknik batik cap, mulai dari membuat pola, teknik pengecapan, sampai proses pewarnaan. Ilmu yang kami dapat sangat aplikatif dan bisa langsung digunakan untuk memproduksi batik sendiri,
Dengan kombinasi pelatihan teknis dan pendampingan bisnis, program ini diharapkan melahirkan pelaku UMKM kreatif yang berkelanjutan serta menjaga kelestarian batik sebagai warisan budaya.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
KA Mutiara Timur Layani 304.522 Penumpang Jan–Sep 2026
KA Mutiara Timur layani 304.522 penumpang Jan–Sep 2026, naik 22,78%; konektivitas ke Banyuwangi dan Ketapang...
ADB Gelontorkan USD650 Juta untuk Pendalaman Pasar Keuangan Indonesia
ADB setujui dukungan USD650 juta untuk memperdalam pasar modal, modernisasi keuangan digital, dan dorong pem...
OJK Targetkan Lima Bank Syariah Beraset Besar pada 2027
OJK menargetkan lima bank syariah beraset besar pada 2027 lewat konversi dan konsolidasi, dengan BSI sebagai...
Kenaikan PTKP Dinilai Angin Segar untuk Daya Beli
Ekonom FEB UI nilai kenaikan PTKP dapat menjaga daya beli dan memperkuat keadilan pajak; pembahasan lanjut d...
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.