Pemadaman Listrik Besar di Sumatera, Pelajar Pakai Lampu Teplok
Padangsidimpuan – Pemadaman listrik meluas terjadi di beberapa provinsi Sumatera sejak Jumat (22/5) sekitar pukul 18.30 WIB dan berlangsung lebih dari 24 jam, mengganggu aktivitas warga di Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, dan Jambi.
Dampak luas pada aktivitas masyarakat
Pemadaman dilaporkan hampir merata di Kota Padangsidimpuan. Banyak kawasan masih gelap hingga Sabtu (23/5) malam, meski listrik di beberapa titik mulai menyala secara bertahap.
Gangguan ini menghambat kegiatan rumah tangga, menurunkan kualitas jaringan komunikasi, dan memutus akses internet di sejumlah area. Pelaku usaha kecil terpaksa menghentikan operasional karena peralatan elektronik tidak dapat digunakan.
Pelajar belajar pakai lampu minyak
Salah satu dampak yang mencolok adalah proses belajar-mengajar. Sejumlah pelajar di Padangsidimpuan terlihat belajar menggunakan lampu minyak atau teplok untuk menyelesaikan tugas dan persiapan ujian.
"Anak-anak terpaksa belajar memakai lampu teplok karena listrik belum hidup juga sejak semalam," kata seorang warga Ambon Harahap dari Kecamatan Padangsidimpuan Utara.
Kondisi ini menyebabkan keprihatinan masyarakat karena durasi pemadaman yang cukup lama. Beberapa rumah makan dan warung kopi tampak sepi, sementara sebagian warga memilih menggunakan genset untuk kebutuhan darurat.
Penjelasan dan respons PLN
PT PLN (Persero) mengonfirmasi adanya gangguan pada sistem interkoneksi kelistrikan Pulau Sumatera yang menyebabkan penurunan pasokan di sejumlah gardu induk dan pemadaman meluas.
"Kami PLN memohon maaf kepada masyarakat dan terus melakukan percepatan pemulihan secara bertahap agar sistem kelistrikan kembali normal," ujar pernyataan resmi PLN.
Direktur PLN, Darmawan Prasojo, menyatakan tim teknis telah dikerahkan untuk memulihkan sistem. Tim fokus pada pemulihan pasokan di gardu induk yang terdampak agar layanan listrik dapat pulih secepatnya.
Progres pemulihan dan harapan warga
Hingga Sabtu malam sebagian kawasan di Padangsidimpuan sudah mulai mendapatkan aliran listrik, namun pemadaman bergilir masih berlangsung di beberapa wilayah.
Masyarakat berharap PLN menuntaskan perbaikan jaringan sehingga kegiatan belajar pelajar dan aktivitas ekonomi lokal dapat kembali normal. Pemantauan lanjutan dan informasi jadwal pemulihan diharapkan disampaikan secara berkala oleh pihak berwenang.
Berita Terkait
Brimob Gagalkan Pencurian Kabel saat Blackout di Medan
Brimob menggagalkan pencurian kabel tembaga saat blackout di Medan; LAPK desak PLN beri kompensasi dan polis...
Pembukaan Lahan Sawit PT Raja Marga di Simeulue Belum Jelas
Dugaan pembukaan lahan sawit tanpa izin PT Raja Marga di Simeulue hampir dua tahun belum mendapatkan kepasti...
Jalan Petani di Baroh Kuta Batee Rusak, Warga Perbaiki Swadaya
Jalan akses pertanian di Baroh Kuta Batee, Meurah Mulia rusak parah; warga menimbun batu swadaya karena belu...
Lazismu Kota Langsa Kumpulkan 10 Lembu dan 5 Kambing untuk Qurban 2026
Lazismu Kota Langsa mengumpulkan 10 lembu dan 5 kambing untuk qurban 2026; kegiatan diisi silaturahim, kajia...
Pemkab Palas Bangun Kembali Jembatan Rambin Sabarimba Rp2,5 M
Pemkab Padanglawas akan membangun Jembatan Rambin Sabarimba tahun ini dengan anggaran Rp2,5 miliar untuk mem...
KONI Kota Langsa 2025-2029 Dilantik, Targetkan Kebangkitan Olahraga
Pengurus KONI Kota Langsa 2025–2029 resmi dilantik pada 23 Mei 2025; kepengurusan baru siap fokus pada pembi...