Nasional

Perpusnas Perkuat Pelestarian Naskah Nusantara hingga Tingkat Dunia

Bagikan:
Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz bicara soal pelestarian naskah Nusantara di Auditorium Perpusnas

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI memperkuat pelestarian naskah Nusantara melalui pendataan, perawatan, pengembangan bahan bacaan, penerjemahan, dan pengusulan ke tingkat internasional. Pernyataan itu disampaikan pada Taklimat Media di Auditorium Perpusnas, Jakarta, Senin, 21 September 2026, sebagai upaya agar warisan intelektual Nusantara tetap terawat dan dikenal dunia.

Strategi membuka akses global

Perpusnas menjalankan berbagai langkah konkrit agar naskah lama tidak hanya tersimpan, tetapi juga dapat diakses dan dimanfaatkan generasi kini dan mendatang. Salah satu langkah utama adalah menerjemahkan naskah-naskah lama ke dalam bahasa Inggris.

Ini menjadi cara kami untuk menjadikan naskah-naskah lama bisa diakses dan dimanfaatkan oleh manusia dunia. Bukan hanya orang Indonesia, tetapi juga orang luar,

Kepala Perpusnas RI, E. Aminudin Aziz, menegaskan penerjemahan merupakan strategi membuka akses terhadap khazanah pengetahuan Nusantara bagi masyarakat global.

Capaian dan data 2026

Perpusnas mencatat beberapa capaian sepanjang 2026 sebagai bagian dari pengelolaan naskah Nusantara. Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi menyebut program verifikasi dan pendataan berjalan intensif.

Hingga September 2026 tercatat 261 naskah telah terverifikasi melalui aplikasi KASTARA, melibatkan 152 lembaga. Selain pendataan, Perpusnas juga fokus pada identifikasi dan pengembangan bahan bacaan berbasis naskah.

Selain pendataan dan identifikasi, Perpusnas juga mengembangkan bahan bacaan berbasis naskah Nusantara. Termasuk penerjemahan ke dalam bahasa Inggris,

Peran masyarakat dan sinergi kelembagaan

Perpusnas menekankan peran penting masyarakat karena banyak naskah masih disimpan dan dirawat komunitas lokal. Untuk itu, lembaga memberikan bantuan teknis terkait metode perawatan, termasuk pada pemilik yang memiliki tradisi penyimpanan khusus.

Bukan hanya perawat naskah sebetulnya. Tapi perawat peradaban,

Perpusnas juga membuka peluang bagi masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga untuk mengusulkan naskah yang dianggap bernilai, agar dapat dimasukkan dalam Ingatan Kolektif Nasional atau diajukan ke program Memory of the World UNESCO sesuai tingkat nilai dan jangkauan warisannya. Informasi resmi tentang program tersebut dapat diakses di situs UNESCO.

Dampak literasi dan prospek pelestarian

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas menegaskan pelestarian harus sejalan dengan upaya literasi. Tujuannya agar nilai-nilai yang terkandung dalam naskah dapat dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan yang relevan.

Dengan demikian, naskah tidak hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu. Namun, juga sebagai sumber pengetahuan dan warisan peradaban yang dapat memberikan manfaat bagi generasi sekarang dan yang akan datang,

Dengan rangkaian program pendataan, perawatan, penerjemahan, dan pengusulan internasional, Perpusnas berharap ekosistem pelestarian naskah Nusantara semakin kuat dan naskah-naskah tersebut mendapat pengakuan di kancah global.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait