Nasional

Kemenko PM Perkuat Perlindungan untuk Pengemudi Ojek Online Tuli

Bagikan:
Pelatihan literasi keuangan dan safety riding untuk pengemudi ojek online tuli

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Program pemberdayaan: apa dan bagaimana

Kegiatan ini menyasar pengemudi ojek online tuli dengan tujuan memastikan mereka bekerja secara aman dan mandiri. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan pendapatan, edukasi keselamatan berkendara, serta akses jaminan sosial melalui skema resmi pemerintah.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PM Dyah Tri Kumolosari menegaskan bahwa akses pekerjaan saja tidak cukup.

"Pemberdayaan tidak cukup hanya membuka kesempatan bekerja. Masyarakat juga perlu dibekali sumber daya, kesempatan, pengetahuan, dan keterampilan agar mampu menentukan masa depannya sendiri,"

Kebijakan dan dukungan layanan

Pemerintah telah mendorong pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di Dinas Ketenagakerjaan untuk mendukung rekrutmen inklusif. Selain itu, tersedia bantuan alat bantu kerja untuk penyandang disabilitas.

Perlindungan finansial dan insentif diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2026, yang memberikan konsesi biaya minimal 20 persen bagi penyandang disabilitas. Konsesi ini mencakup pelatihan kerja, sertifikasi kompetensi, dan insentif bagi perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja disabilitas.

Jaminan sosial dan keselamatan kerja

Program juga mendorong kepesertaan pada jaminan sosial nasional. Menurut Dyah, dua program utama yang relevan adalah BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

"BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan terhadap risiko kerja dan masa depan pekerja, sementara BPJS Kesehatan memastikan akses layanan kesehatan bagi pekerja dan keluarganya,"

Pengelolaan pendapatan dan keselamatan

Melalui sesi literasi keuangan, peserta diberi kemampuan mengelola pendapatan secara lebih cermat. Edukasi safety riding ditujukan untuk menurunkan risiko kecelakaan saat beraktivitas di jalan.

"Kelola penghasilan dengan cermat. Rencanakan masa depan dengan matang, utamakan keselamatan setiap kali turun ke jalan,"

Implikasi dan langkah selanjutnya

Inisiatif ini merupakan bagian dari prioritas pembangunan nasional untuk pemberdayaan penyandang disabilitas. Ke depan, pemerintah diharapkan memperluas akses rekrutmen inklusif dan memastikan implementasi kebijakan konsesi biaya di fasilitas pelatihan serta perusahaan.

Program yang menggabungkan pelatihan, perlindungan sosial, dan akses layanan menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi ekonomi dan keselamatan pengemudi ojek online tuli.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait