Helikopter Chinook Jepang Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalbar
Helikopter CH-47 Chinook milik Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) dikerahkan membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Senin, 21 September 2026. Fokus operasi berada di Kabupaten Ketapang dan Mempawah untuk menjangkau titik api yang paling banyak. Penugasan ini dilakukan atas koordinasi bersama BNPB dan BPBD setempat.
Penugasan dan area operasi
Ada tiga unit CH-47 Chinook yang bertugas di Kalbar. Pesawat-pesawat itu diawaki pilot dari Jepang dan didampingi petugas dari Indonesia selama operasi. Pembagian area dilakukan oleh BNPB dan BPBD; tim Indonesia menangani bagian utara, sedangkan tim Jepang difokuskan pada wilayah selatan.
Tantangan operasional
Tim lapangan menghadapi hambatan utama berupa rendahnya jarak pandang akibat kabut asap karhutla. Masalah visibilitas ini memengaruhi kemampuan pengamatan dan koordinasi saat melakukan waterbombing. Perwakilan JGSDF yang menjadi Liaison Officer menyoroti hal tersebut.
"Sementara hanya visibility saja ya, kalau misalnya masalah teknis untuk pengambilan waterbombing, juga tidak terlalu signifikan kendalanya. Hanya kan down draft-nya pesawat ini besar, jadi kita butuh area water resource yang lebih luas," kata Kapten Pnb Dhimas Jati.
Kapasitas dan jadwal operasi
Satu helikopter Chinook mampu membawa 5.000 liter air atau sekitar 5 ton menggunakan bambi bucket. Kapasitas besar itu membantu menjangkau titik api yang luas dan sulit diakses oleh kendaraan darat. Rencananya, pesawat-pesawat ini akan kembali ke Jepang pada Oktober mendatang, setelah operasi dinilai selesai atau tergantikan oleh upaya lokal.
Koordinasi dan implikasi
Penugasan Chinook menegaskan adanya kerja sama internasional dalam penanggulangan karhutla. Selain menambah kapasitas pemadaman udara, kehadiran tim juga memperkuat koordinasi teknis dengan BNPB dan BPBD. Ke depan, ketersediaan area pengambilan air yang memadai menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan untuk operasi helikopter berukuran besar.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Koperasi Didorong jadi Motor Hilirisasi Perkebunan Rakyat
Menteri Koperasi mendorong koperasi jadi pengelola utama perkebunan rakyat dan memiliki pabrik CPO untuk per...
KIP Kuliah 2027 Bertambah, 130.620 Mahasiswa Dapat Kuota Baru
Kemendiktisainstek dapat tambahan anggaran Rp1,267 triliun; 130.620 kuota baru KIP Kuliah ditargetkan tercap...
BPS: Harga Cabai Merah Melonjak di Atas HAP Pekan Ketiga Sept 2026
BPS: Harga cabai merah Rp56.231/kg pekan ketiga Sept 2026, melebihi HAP atas Rp55.000/kg dan meluas ke 248 k...
Perpusnas Perkuat Pelestarian Naskah Nusantara hingga Tingkat Dunia
Perpusnas memperkuat pelestarian naskah Nusantara lewat pendataan, perawatan, terjemahan, dan pengusulan ke...
Kemenko PM Perkuat Perlindungan untuk Pengemudi Ojek Online Tuli
Kemenko PM memperkuat perlindungan dan keterampilan pengemudi ojek online tuli lewat literasi keuangan, safe...
Kemkomdigi Ancam Tutup Akses 25 PSE Privat yang Tak Daftar
Kemkomdigi memberi tenggat 22 Sept 2026; 25 PSE Lingkup Privat yang tak mendaftar terancam sanksi administra...