Olahraga

Erick Thohir Kecam Pelecehan Seksual Atlet Menembak

Bagikan:
Menpora Erick Thohir kecam pelecehan seksual terhadap atlet menembak 15 tahun

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mengecam keras pelecehan seksual yang dilakukan oleh mantan pengurus Perbakin terhadap seorang atlet menembak asal Jawa Timur berusia 15 tahun. Pernyataan itu disampaikan melalui keterangan tertulis pada Rabu, 24 Juni 2026. Menpora menilai perbuatan tersebut merupakan kejahatan serius yang tidak dapat ditoleransi, apalagi korban masih di bawah umur dan seharusnya mendapat perlindungan penuh dalam lingkungan olahraga.

Reaksi Menpora dan pernyataan resmi

Erick menegaskan dunia olahraga harus menjadi ruang yang aman untuk pengembangan potensi, bukan tempat terjadinya kekerasan. Ia mengutuk tindakan pelaku yang merusak nilai kemanusiaan dan merendahkan martabat atlet muda.

Kasus pelecehan seksual yang menimpa salah satu atlet muda kita benar-benar merusak nilai-nilai kemanusiaan. Mencederai dunia olahraga yang seharusnya menjadi ruang pengembangan potensi yang aman dan nyaman bagi para atlet.

Kita semua bukan hanya sebagai insan olahraga, tapi sebagai umat manusia mengecam keras segala bentuk pelecehan seksual. Terlebih dalam kasus ini korbannya adalah anak di bawah umur.

Dukungan pada proses hukum dan harapan hukuman tegas

Menpora menyatakan dukungan penuh terhadap proses hukum yang sedang berjalan dan mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian. Ia menekankan penegakan hukum harus tegas agar memberi rasa keadilan bagi korban dan efek jera kepada pelaku maupun pihak lain yang berpotensi melakukan tindakan serupa.

Saya mendukung sepenuhnya langkah kepolisian dalam menegakkan hukum dan mengusut tuntas kasus ini. Penegakan hukum yang tegas sangat penting untuk memberikan keadilan kepada korban sekaligus memberikan efek jera kepada pelaku maupun pihak lain yang berpotensi melakukan tindakan serupa.

Erick juga berharap pelaku mendapat hukuman setimpal bila terbukti bersalah melalui proses hukum yang berkekuatan tetap. Ia menegaskan orang yang terbukti melakukan pelecehan seksual tidak layak lagi berada dalam ekosistem olahraga Indonesia.

Apabila terbukti bersalah melalui proses hukum yang berkekuatan hukum tetap, saya berharap pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Selain itu, pelaku tidak boleh lagi diberikan ruang untuk terlibat dalam pembinaan, pendampingan, maupun aktivitas apa pun di lingkungan olahraga.

Langkah Kemenpora dan upaya perlindungan

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memastikan keselamatan dan perlindungan atlet menjadi prioritas utama. Erick menegaskan kementerian akan berada di pihak korban dan memberikan dukungan untuk pemulihan serta pendampingan.

Kemenpora memberikan dukungan penuh kepada korban dan keluarga agar tetap kuat menjalani proses yang ada. Hak-hak korban harus dilindungi dan dipenuhi, termasuk aspek pendampingan serta pemulihannya.

Beberapa langkah yang akan terus dijalankan Kemenpora antara lain:

  • Menjamin keselamatan dan perlindungan atlet, khususnya atlet di bawah umur.
  • Memberikan dukungan dan pendampingan kepada korban dan keluarganya.
  • Mengawal proses hukum bersama aparat kepolisian dan pemangku kepentingan terkait.
  • Memperkuat sistem pencegahan dan perlindungan di seluruh cabang olahraga.

Menpora menegaskan kasus seperti ini tidak boleh terulang dan menjadi momentum untuk membangun budaya olahraga yang aman, berintegritas, dan bebas dari kekerasan. Kemenpora berkomitmen mendorong penguatan mekanisme pencegahan agar setiap atlet mendapatkan perlindungan dan rasa aman dalam pembinaan maupun kompetisi.

Kasus ini tidak boleh terulang kembali. Kita harus bersama-sama membangun budaya olahraga yang aman, berintegritas, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual.
Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait