Lokal

FKIP Universitas Royal Latih Siswa SMP Alam Leuser Ecoprint

Bagikan:
Siswa membuat ecoprint dengan teknik pounding menggunakan daun dan bunga lokal di SMP Swasta Alam Leuser

BESITANG — Tim pengabdian dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Royal menggelar pelatihan ecoprint dengan teknik pounding di SMP Swasta Alam Leuser, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat. Kegiatan berlangsung sebagai upaya meningkatkan kreativitas siswa dengan memanfaatkan tumbuhan lokal sebagai media pembelajaran berbasis lingkungan.

Pelatihan dan teknik pounding

Tim yang dipimpin oleh Lola Zeramenda Tarigan dan beranggotakan Sisca Sri Dewi Saragih serta Neni Mulyani membuka sesi dengan penjelasan konsep ecoprint. Mereka kemudian mendemonstrasikan teknik pounding, yaitu memindahkan motif daun dan bunga ke kain dengan cara dipukul menggunakan alat khusus.

Praktik langsung siswa

Setelah demonstrasi, para siswa mengikuti praktik langsung. Mereka mengumpulkan berbagai daun dan bunga dari lingkungan sekolah, menyusun pola di atas kain, lalu melakukan proses pounding hingga motif alami muncul pada permukaan kain.

Pesan pendidikan dan lingkungan

Pelatihan ini menggabungkan keterampilan seni dan pendidikan lingkungan. Selain teknik pembuatan, siswa diajak memahami nilai sumber daya lokal serta pentingnya menjaga kelestarian alam melalui pemanfaatan bahan ramah lingkungan.

"Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar menghasilkan karya seni, tetapi juga memahami bahwa tumbuhan di sekitar mereka memiliki potensi sebagai media pembelajaran dan produk kreatif yang bernilai,"

Peluang kreativitas dan ekonomi

Selain menumbuhkan kepedulian lingkungan, kegiatan ini membuka wawasan siswa terhadap peluang ekonomi kreatif. Produk ecoprint yang dihasilkan berpotensi menjadi barang bernilai tambah jika dikembangkan menjadi produk sandang atau suvenir.

Rencana pengembangan

Tim pengabdian berharap metode serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran inovatif di sekolah. Dengan pendekatan praktis dan berbasis lingkungan, siswa tidak hanya mendapat pengalaman belajar berbeda, tetapi juga terdorong memanfaatkan potensi alam sekitar menjadi karya bernilai.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait