Politik

PDI Perjuangan Magetan Lantik 198 PAC, Dimeriahkan Pencak Silat

Bagikan:
Pesilat tampil saat pelantikan pengurus PAC PDI Perjuangan Magetan

MAGETAN — PDI Perjuangan melantik 198 Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Magetan dalam prosesi yang khidmat dan bernuansa budaya. Prosesi yang dipimpin jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Jawa Timur itu menggabungkan pengambilan sumpah jabatan dengan pertunjukan seni tradisional pada hari pelantikan di Magetan.

Pelantikan dan rangkaian budaya

Pengambilan sumpah dan janji jabatan berjalan di hadapan ratusan kader. Acara dibuka dengan alunan gending Jawa yang mengatur tempo suasana. Selanjutnya, sembilan pesilat muda memasuki arena untuk menampilkan atraksi pencak silat.

Penampilan Wanara Lawu

Kelompok pesilat yang tampil membawakan koreografi bertajuk "Wanara Lawu". Gerakan mereka selaras dengan tabuhan musik tradisional, sehingga menjadi simbol kebersamaan antar-kader. Penampilan itu mendapat perhatian karena sekaligus mempertegas identitas lokal di acara politik.

Budaya sebagai benteng identitas

Wakil Ketua Bidang Kehormatan, Ideologi, dan Kaderisasi DPC Magetan, Suyatno, memberi apresiasi atas keterlibatan seni tradisi dalam kegiatan formal partai. Menurutnya, penguatan kesadaran kebudayaan di kalangan pemuda menjadi penting di tengah arus modernisasi.

"Kesadaran pemuda-pemudi Magetan dalam menjaga kebudayaan sudah semakin menguat. Dalam era globalisasi dan modernisasi ini, kita tidak boleh melupakan akar budaya dan kearifan lokal,"

Suyatno menekankan bahwa penguatan struktur organisasi partai harus berjalan selaras dengan komitmen merawat local wisdom. Ia menilai langkah ini sesuai dengan ideologi partai yang menekankan kepribadian dalam kebudayaan.

"PDI Perjuangan Magetan berkomitmen, penguatan struktur partai harus berjalan beriringan dengan instruksi kepada seluruh kader untuk aktif melestarikan kebudayaan di wilayah masing-masing,"

Mendekatkan Gen Z pada tradisi

Fenomena meningkatnya ketertarikan generasi muda terhadap seni tradisi dilihat sebagai tantangan sekaligus peluang. Alip, pembina kelompok Wanara Lawu, menyatakan bangga karena anak asuhnya mendapat ruang tampil di panggung formal partai.

"Magetan saat ini sudah mulai didominasi oleh Generasi Z (Gen Z). Oleh karena itu, tantangannya adalah bagaimana membuat mereka tetap dekat dan tidak berjarak dengan kebudayaan sendiri,"

Alip menambahkan bahwa banyak pesilat yang tampil merupakan bagian dari kader dan simpatisan muda partai. Menurutnya, momentum pelantikan efektif untuk menanamkan kembali nilai-nilai tradisi kepada generasi baru.

Impak dan prospek

Integrasi kegiatan politik dan budaya ini menunjukkan upaya partai untuk memperkuat soliditas hingga akar rumput sekaligus memelihara identitas daerah. Ke depan, penggabungan agenda serupa dapat memperluas jangkauan program pelestarian budaya bagi kader muda.

Untuk informasi terkait agenda partai dan publikasi berita lain, pembaca dapat menelusuri tautan resmi publikasi berita di Google News.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait