Lokal

Pedagang Geruduk Rumah Dinas Camat Delitua, Tuntut Penertiban PKL

Bagikan:
Puluhan pedagang berkumpul di depan rumah dinas Camat Delitua menuntut penertiban

Delitua — Puluhan pedagang yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Peduli Delitua (HMPD) mendatangi Rumah Dinas Camat Delitua di Jalan Besar Ardagusema, Kelurahan Delitua Timur, Senin malam, 15 Juni. Mereka menuntut klarifikasi dan penertiban karena masih ada pedagang membandel yang dibiarkan berjualan di sepanjang Jalan Protokol Delitua.

Aksi di Rumah Dinas Camat

Para pedagang mengaku ingin bertemu Camat Delitua, Rahmad Hidayat, untuk menyampaikan keluhan langsung. Namun upaya itu tidak berbuah hasil karena tidak ada respons dari pihak camat di rumah dinasnya.

Kelompok pedagang menyoroti keberadaan pedagang yang tetap berjualan di badan jalan meski dianggap mengganggu ketertiban. Mereka meminta agar pemerintah kecamatan mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran tersebut.

Dugaan Pemalsuan Merek Dilimpahkan

Kasus terpisah, kuasa hukum produk Kenko Easy Gel, Iskandar Simatupang, melaporkan perkembangan penyidikan dugaan pemalsuan merek. Pada Rabu, 17 Juni, pihak penyidik menyerahkan tersangka ke Kejaksaan Negeri Medan.

Iskandar menyatakan bahwa tersangka berinisial CH (39), warga Jalan Asia Raya, Kompleks Asia Megamas, Kecamatan Medan Area, telah dilimpahkan ke tahap II.

"Tersangka pemalsuan merek berinisial CH (39) ... sudah dilimpahkan tahap II ke Kejari Medan berjalan sesuai prosedur,"

Menurut dia, penuntut umum telah menilai berkas perkara memenuhi syarat formil dan materil sehingga proses dilanjutkan ke kejaksaan.

Video Bupati soal Jalan Rusak Viral

Sementara itu, sebuah video pendek yang menampilkan Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan, menjadi viral di media sosial. Dalam cuplikan itu, Bupati meminta warga tidak hanya mengungkap kondisi jalan rusak, tetapi juga mengingatkan pentingnya membayar pajak untuk membiayai perbaikan.

Cuplikan video yang beredar di Instagram tercatat mendapat ratusan ribu penonton dan ribuan komentar hingga Rabu, 17 Juni. Pernyataan Bupati ini memicu perdebatan warganet tentang tanggung jawab publik dan alokasi anggaran perbaikan infrastruktur.

Ketiga peristiwa — aksi pedagang di Delitua, pelimpahan tersangka dugaan pemalsuan merek, dan video Bupati yang viral — memperlihatkan sorotan publik terhadap penertiban ruang publik dan penegakan hukum di wilayah tersebut.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait