Lokal

Aceh Besar Siapkan Pasar Rakyat Neuheun dan Perbaiki Irigasi

Bagikan:
Bupati Aceh Besar meninjau waduk dan lahan persawahan di Neuheun, Baitussalam

Aceh Besar mempercepat rencana pembangunan pasar rakyat dan perbaikan irigasi di Gampong Neuheun, Kecamatan Baitussalam, setelah Bupati H. Muharram Idris melakukan tinjauan lapangan pada Senin (22/6). Tujuannya untuk mendorong ekonomi lokal dan meningkatkan produktivitas pertanian melalui perbaikan sumber air dan infrastruktur.

Rencana pasar rakyat di Neuheun

Bupati Muharram meninjau lokasi lahan milik pemerintah yang telah dibebaskan dan dianggap potensial untuk dijadikan pasar tradisional. Pemerintah daerah masih melakukan survei dan kajian untuk menyusun perencanaan sebelum pembangunan dilaksanakan.

Hari ini kami meninjau lokasi untuk pasar. Ada tanah pemerintah yang sudah dibebaskan dan direncanakan akan dibangun pasar tradisional atau pasar rakyat untuk warga Baitussalam dan Masjid Raya nantinya

Ini masih kita survei dulu sebelum kita buatkan rencana matang untuk pembangunan. Nanti akan kita cari sumber anggaran agar bisa kita bangun dan cepat terealisasi untuk menghidupkan perekonomian masyarakat

Kondisi waduk dan kendala irigasi

Saat meninjau waduk dan saluran air, ditemukan potensi sumber air yang cukup melimpah. Namun ada masalah teknis pada pintu air yang posisinya lebih tinggi sehingga aliran ke persawahan belum optimal.

Tadi kita meninjau waduk. Sumber airnya sangat bagus, namun pintu airnya sedikit bermasalah karena posisinya lebih tinggi sehingga membutuhkan pompa untuk bisa mengalirkan air ke area persawahan

Solusi: sumur bor dan dukungan PUPR

Pemkab berencana mengusulkan pembangunan sumur bor sebagai solusi alternatif untuk lahan yang sulit dijangkau jaringan irigasi. Targetnya, perbaikan air dapat meningkatkan intensitas tanam sehingga petani bisa panen lebih sering.

Kita akan bantu masyarakat di sini agar nantinya petani bisa panen dua kali dalam setahun

Data lapangan menunjukkan ada sekitar 42 hektare lahan tadah hujan yang berpotensi ditingkatkan produktivitasnya dan sekitar 12 hektare lahan berada pada posisi lebih tinggi dan masih bergantung pada curah hujan.

Ada lahan tadah hujan sekitar 42 hektare dan ada juga lahan yang lebih tinggi sekitar 12 hektare yang masih mengandalkan air hujan. Mudah-mudahan nanti kita bisa mengusulkan sumur bor agar air dapat mengalir ke lahan tersebut dan bisa terealisasi tahun ini

Kepala Dinas PUPR Aceh Besar, Ir Syahrial Amanullah, menyatakan sekitar 12–13 hektare menjadi prioritas untuk mendapatkan suplai air tambahan dari embung. Menurutnya, pembangunan satu unit sumur bor diperkirakan mampu mengairi hingga 15 hektare.

Hasil kunjungan bersama Pak Bupati tadi, kita melihat ada sekitar 12 sampai 13 hektare lahan yang akan dialirkan air dari embung tersebut. Untuk mengatasinya, kita upayakan satu sumur bor yang mampu mengairi hingga 15 hektare lahan pertanian

Peran masyarakat dan prospek ekonomi

Bupati juga mengingatkan pentingnya partisipasi aktif petani dan kelompok tani dalam menjaga fasilitas irigasi dan pasar yang dibangun. Keberlanjutan manfaat pembangunan tergantung pada perawatan komunitas setempat.

Saya berharap kelompok tani dan masyarakat petani proaktif. Ketika ada saluran yang tersumbat, segera dibersihkan dan jangan dibiarkan. Pemerintah sudah membangun, maka masyarakat juga harus menjaga agar pemanfaatannya berkelanjutan dan tetap terpelihara dengan baik

Dengan terpenuhinya pasokan air dan terwujudnya pasar rakyat yang representatif, pemkab berharap terbentuk pusat pertumbuhan ekonomi baru di pesisir dan peningkatan kesejahteraan petani melalui peningkatan frekuensi tanam dan akses pasar.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait