Panen Jagung di Lapas Asahan Perkuat Ketahanan Pangan dan Asimilasi
ASAHAN — Wakil Bupati Asahan Rianto memimpin panen raya jagung di Lapas Minimum Security Asahan, Rabu (17/6), di lahan eks HGU PT BSP Air Joman. Kegiatan ini digelar untuk mendukung Ketahanan Pangan Nasional sekaligus menjadi sarana asimilasi bagi warga binaan.
Lokasi dan luas lahan
Panen berlangsung di lahan seluas 10 hektar yang dikelola Lapas Minimum Security Asahan. Menurut Wabup Rianto, sebagian lahan dimanfaatkan untuk komoditas pangan.
"Lahan seluas 10 hektar tersebut dimanfaatkan untuk bercocok tanam, di mana 5,5 hektar ditanami jagung dan 2,5 hektar lainnya ditanami pisang,"
Tujuan program dan kegiatan
Kalapas Labuhan Ruku, Dr. Hamdi Hasibuan, menjelaskan program pertanian ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan membina kemandirian warga binaan. Selain produksi pangan, kegiatan juga jadi wadah pelatihan keterampilan pertanian.
Peserta dan dukungan
Hadir dalam kegiatan antara lain Kabagtum Kanwil Ditjen Imigrasi dan Pemasyarakatan Sumut Bejo yang mewakili kepala kantor wilayah, Kalapas Hamdi Hasibuan, serta jajaran pemasyarakatan dan perwakilan Pemkab Asahan.
- Wakil Bupati Asahan: Rianto
- Kabagtum Kanwil: Bejo (mewakili Kakanwil)
- Kalapas Labuhan Ruku: Dr. Hamdi Hasibuan
Kabagtum Bejo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah daerah atas hibah lahan. Ia menilai program ini sejalan dengan kebijakan pemasyarakatan yang menekankan pembinaan kemandirian warga binaan.
Dampak bagi warga binaan
Program pertanian ini memberikan pengalaman kerja praktis bagi warga binaan. Mereka dilatih bercocok tanam dan mengelola hasil panen sehingga lebih siap ketika kembali ke masyarakat.
"Program ini punya manfaat ganda, dukung ketahanan pangan sekaligus bekal warga binaan ketrampilan kerja,"
Keberhasilan panen menjadi bukti bahwa warga binaan mampu berkarya produktif dengan pendampingan. Kalapas berharap pengembangan Lapas Minimum Security Asahan di lokasi ini dapat segera terealisasi untuk memperluas program pembinaan.
Catatan: kegiatan panen ini menjadi contoh sinergi antara pemerintah daerah dan pemasyarakatan dalam upaya meningkatkan kemandirian serta kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wagub Sumut Apresiasi Kontribusi USU pada Dies Natalis ke-74
Wagub Sumut apresiasi peran USU dalam pendidikan, riset, dan pembangunan saat Sidang Terbuka Dies Natalis ke...
Asahan Siapkan Parlinsos Digital 2026 untuk Akurasi Bansos
Pemkab Asahan menggelar rakor persiapan Parlinsos Digital 2026 untuk menyatukan data dan memastikan penyalur...
BRT Mebidang Diresmikan, Lintasan Khusus di Lapangan Belum Rampung
Gubernur Sumut meresmikan BRT Mebidang 19 Agustus, namun lintasan khusus di lapangan masih berupa pembongkar...
Polda Sumut Ungkap 6.369 Kasus Kejahatan Jalanan Jan–Jul 2026
Polda Sumut ungkap 6.369 kasus kejahatan jalanan Jan–Jul 2026 dan amankan 2.400 pelaku; termasuk pengungkapa...
FKPPI Sumut Nyatakan Dukung Program Pangdam I/BB
FKPPI Sumut menyatakan dukungan kepada program Pangdam I/BB, termasuk pembangunan jembatan perintis dan prog...
Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan dengan Samurai di Aek Kanopan
Polisi menangkap SM (35) terkait dugaan penganiayaan di Aek Kanopan; pedang samurai disita sebagai barang bu...