Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Desak PLN Usut Kabel Listrik Terbuka
Banda Aceh — Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, menyerukan investigasi dan pertanggungjawaban PLN setelah seorang warga diduga tersengat aliran listrik dari kabel telanjang di sekitar tiang baliho depan Terminal Lueng Bata, Minggu (14/6).
Kejadian dan reaksi awal
Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 14 Juni, dan menimbulkan kecemasan publik terkait keselamatan jaringan listrik di area publik. Pernyataan resmi disampaikan Tuanku Muhammad pada Rabu (17/6), menekankan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya warga dalam musibah ini. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.”
Tuntutan kepada PLN
Tuanku Muhammad meminta PLN bertanggung jawab dan memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab insiden. Ia menegaskan bahwa jika ditemukan kabel terbuka atau instalasi yang tidak memenuhi standar keselamatan, hal itu harus segera dievaluasi dan diperbaiki.
“Kami meminta PLN untuk bertanggung jawab dan memberikan penjelasan secara terbuka terkait penyebab kejadian tersebut.”
Permintaan investigasi dan transparansi
Politikus yang membidangi infrastruktur dan pelayanan publik ini mendorong adanya investigasi menyeluruh bersama instansi terkait. Ia memperingatkan agar tidak ada kelalaian yang mengancam keselamatan warga dan menuntut hasil investigasi disampaikan secara transparan kepada publik.
“Kami meminta PLN bersama instansi terkait untuk melakukan investigasi menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti kejadian ini. Jangan sampai ada kelalaian yang mengancam keselamatan warga. Hasil investigasi harus disampaikan secara transparan kepada publik.”
Audit jaringan di fasilitas publik
Selain investigasi kasus ini, Komisi III meminta audit menyeluruh terhadap jaringan listrik di sekitar baliho, papan reklame, pasar, sekolah, dan fasilitas yang sering dikunjungi masyarakat. Tuanku Muhammad menilai pemeriksaan ini perlu segera dilaksanakan agar tidak ada korban lagi.
“Ini harus menjadi momentum evaluasi bersama. Jangan menunggu jatuh korban berikutnya. Seluruh jaringan yang berpotensi membahayakan masyarakat harus segera diperbaiki dan diamankan.”
Langkah berikutnya
Sebagai wakil ketua yang membidangi sektor terkait, Tuanku Muhammad berjanji akan mendorong koordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti rekomendasi keselamatan dan perbaikan jaringan. Ia juga menyampaikan harapan agar keluarga korban diberi ketabahan.
“Kami berharap keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini. Ke depan, kami ingin ada komitmen yang lebih kuat dari semua pihak agar keselamatan masyarakat benar-benar menjadi prioritas utama.”
Komitmen terhadap audit dan transparansi akan menjadi indikator penting untuk mencegah insiden serupa. Masyarakat dan pemangku kepentingan kini menunggu hasil investigasi resmi dari PLN dan instansi terkait.
Berita Terkait
Kejari Deliserdang Musnahkan 3,8 Kg Sabu dari 211 Perkara
Kejari Deliserdang memusnahkan barang bukti 211 perkara, termasuk 3,8 kg sabu, pada 18 Juni 2026 untuk mence...
Dugaan Jual Beli Jabatan di Simalungun: ASN JD Diselidiki
Pemkab Simalungun menyelidiki dugaan penipuan dan jual beli jabatan yang menyeret oknum ASN berinisial JD; I...
Warga Martoba Ditangkap, 7 Paket Sabu Disita di Jalan Puskesmas
Warga Martoba NI (35) ditangkap di Jalan Puskesmas, Siantar; polisi menyita tujuh paket sabu dan Rp200.000,...
Polres Siantar Tangkap Pemilik Ganja 12,36 Gram di Warung Merbou
Polres Siantar menangkap RB (43) di warung Jalan Merbou, Kahean, 11 Juni; polisi menyita 12,36 gram ganja da...
Bapenda Medan Perluas Sosialisasi Aplikasi QRESTO ke Restoran
Bapenda Kota Medan memperluas sosialisasi aplikasi QRESTO untuk semua restoran guna mempercepat pembayaran d...
Rico Waas Lantik 69 Pejabat Manajerial Pemko Medan
Wali Kota Medan Rico Waas melantik 69 pejabat manajerial di Balai Kota pada 18 Juni sebagai bagian rotasi da...