Pameran Oesman Effendi: Menbud Fadli Sebut Pilar Seni Rupa Modern
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai pameran Oesman Effendi (1919–1985) Arsip dan Karya di Galeri Nasional memperkuat posisi Oesman Effendi sebagai pilar seni rupa modern Indonesia. Pameran dibuka untuk publik mulai 27 Juni hingga 6 September 2026 di Gedung B lantai 1, Galeri Nasional, Jakarta Pusat.
Pameran dan tujuannya
Pameran menampilkan arsip, karya, serta jejak pemikiran Oesman Effendi. Tujuannya adalah melestarikan memori kebudayaan bangsa dan membuka ruang apresiasi serta pembacaan kritis terhadap warisannya. Penyelenggara ingin menempatkan kembali Oesman dalam historiografi seni rupa modern Indonesia.
Peran Oesman Effendi dalam seni rupa
Menurut Menbud Fadli, Oesman Effendi bukan sekadar pelukis abstrak. Ia juga figur pemikir dan penghubung modernisme internasional dengan pengalaman artistik Nusantara. Kontribusinya dianggap penting dalam membentuk fondasi seni rupa modern pasca-kemerdekaan.
Kutipan pejabat
"Pameran ini menjadi bagian dari upaya pelestarian memori kebudayaan bangsa. Sekaligus membuka ruang apresiasi dan pembacaan kritis terhadap warisan pemikiran serta praktik artistik Oesman Effendi,"
ujar Fadli Zon dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Sabtu, 27 Juni 2026.
"Penting menghadirkan kembali sosok Oesman Effendi karena berperan besar membentuk lanskap kebudayaan dan kesenian Indonesia hingga sekarang,"
kata Indira Estiyanti Nurjadin, Kepala Museum dan Cagar Budaya. Ia menekankan bahwa pameran ini menjadi upaya pengenalan ulang pemikiran dan praktik artistik Oesman kepada publik.
Konten pameran
Pameran memuat berbagai materi, termasuk karya-karya abstrak konstruktif yang menandai perjalanan artistiknya. Selain lukisan, pengunjung dapat melihat arsip dan dokumen yang menggambarkan proses berpikir Oesman Effendi sebagai seniman, kritik, dan pemikir seni.
Informasi kunjungan
Pameran berlangsung di Galeri Nasional Indonesia, Gedung B lantai 1, Jakarta Pusat. Waktu kunjungan berlangsung dari 27 Juni sampai 6 September 2026. Pengunjung disarankan memeriksa jadwal buka Galeri Nasional sebelum berangkat.
Dengan menghadirkan kembali karya dan arsip Oesman Effendi, penyelenggara berharap generasi sekarang dapat membaca ulang peran pentingnya dalam sejarah seni rupa nasional. Pameran ini juga diharapkan mendorong diskusi kritis tentang hubungan modernisme dan tradisi lokal dalam seni Indonesia.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Paramount Rilis Trailer Kedua 'Ebenezer' dengan Johnny Depp
Paramount rilis trailer kedua 'Ebenezer' karya Ti West; Johnny Depp kembali sebagai Ebenezer Scrooge dalam v...
Agnez Monica Akan Isi Opening Ceremony MotoGP Mandalika
Agnez Monica akan tampil di Opening Ceremony MotoGP Mandalika 2026 di Pertamina Mandalika International Circ...
Trailer Kedua Sense and Sensibility Rilis, Daisy Edgar-Jones Jadi Elinor
Trailer kedua adaptasi Jane Austen, Sense and Sensibility, dirilis 30 September 2026; Daisy Edgar-Jones meme...
Lyodra Rilis "Terkunci di Kamu" dengan 10 Lagu, Kolab Bilal
Lyodra umumkan album "Terkunci di Kamu" rilis 9 Oktober 2026, berisi 10 lagu termasuk kolaborasi dengan Bila...
MEOVV Siap Comeback dengan Single Album "GO HARD"
MEOVV akan merilis single album "GO HARD" berisi dua lagu pada 12 Oktober; rilis membawa tema pendewasaan da...
Barasuara Ungkap Proses Kreatif Lagu 'Api dan Mimpi' untuk GJLS
Barasuara mengungkap proses pembuatan lagu "Api dan Mimpi" untuk film GJLS: Berapi-Api, dimulai dari DM Rige...