Kemenhub Perkuat Operasi SAR KMP Virgo Transport 8
Kementerian Perhubungan memperkuat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) KMP Virgo Transport 8 hingga hari kesepuluh. Pada Selasa, 22 September 2026, tim SAR gabungan menemukan tiga korban meninggal dunia, sehingga total yang ditemukan mencapai 126 dari 243 orang sesuai manifes.
Situasi korban dan evakuasi
Sampai Selasa, jumlah korban yang ditemukan terdiri atas 108 orang selamat dan 18 orang meninggal dunia. Sebanyak 117 orang masih dalam pencarian. Proses evakuasi jenazah terus berjalan dengan prioritas keselamatan dan identifikasi korban.
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Total sesuai manifes | 243 |
| Ditemukan | 126 |
| Selamat | 108 |
| Meninggal dunia | 18 |
| Masih dicari | 117 |
Dukungan logistik: reefer container dan kapal
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyiapkan tiga reefer container atau peti kemas pendingin sebagai tempat penampungan sementara jenazah. Ketiga container itu dikirim dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Banjarmasin untuk mendukung operasi SAR.
"Ketiga reefer container tersebut saat ini sedang dalam perjalanan menuju Banjarmasin dan diperkirakan tiba besok, Rabu (23 September 2026). Selanjutnya, container tersebut akan digunakan untuk mendukung proses evakuasi jenazah dari lokasi tenggelamnya kapal," ujar Triono, Plt. Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran.
Selain logistik darat, Ditjen Perhubungan Laut mengerahkan sejumlah kapal negara pada sektor operasi. Penempatan kapal mengikuti rencana operasi SAR yang sudah ditetapkan.
- Ring 1: KN Miang Besar, KN SAR Pacitan, KRI Nala, KRI Canopus
- Ring 2: KN.P.211 Grantin, KP Orca 06, KN SAR Wisanggeni
- Penunjang: KN Kunyit untuk pemasangan reefer container
Proses salvage dan kajian teknis
Ditjen Perhubungan Laut juga berkoordinasi dengan pemilik kapal, surveyor, adjuster, dan pihak asuransi terkait rencana salvage KMP Virgo Transport 8. Survei bawah air sudah dilakukan menggunakan penyelam dan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk menilai kondisi badan kapal.
Berdasarkan rapat koordinasi, percepatan penetapan status kapal sebagai "Total Loss" menjadi fokus. Penetapan status ini diperlukan agar kapal dapat dinyatakan sebagai kerangka kapal dan proses salvage dapat dilaksanakan segera.
Operasi SAR akan tetap dilanjutkan sambil persiapan salvage berjalan. Kemenhub menegaskan komitmen untuk terus mendukung evakuasi, identifikasi korban, dan langkah pemulihan selanjutnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pakar UGM Tekankan Kewenangan Jelas bagi BPGMN
Prof. Chandra minta kewenangan BPGMN diperjelas dan dipertegas lewat payung hukum agar rekomendasi riset bis...
Kriyanusa 2026 Dorong Perajin Perluas Akses Pasar
Kriyanusa 2026 di JICC (26 Sept 2026) memfasilitasi perajin memperluas pasar lewat jejaring, kreativitas, da...
Kebakaran Hutan Ancam Habitat Gajah Sumatra, Populasi Terdesak
Kebakaran hutan mengancam habitat Gajah Sumatra, menghilangkan pakan, air, dan mempercepat fragmentasi wilay...
ETLE Satu Atap: Samsat Polda Metro Jaya Permudah Buka Blokir
Samsat Polda Metro Jaya meluncurkan layanan ETLE satu atap untuk konfirmasi, bayar denda, dan buka blokir ke...
Ahli Tekstil Dorong Penguatan Industri TPT dari Sektor Hilir
Ahli tekstil mendorong penguatan industri TPT dari sektor hilir untuk pulihkan pertumbuhan, serap tenaga ker...
Akses Solok–Padang Kembali Normal Setelah Banjir Bandang
Mendagri Tito Karnavian: akses jalan Solok–Padang sudah normal pasca banjir bandang; fokus pembersihan dan r...