Tim Oliver Tree Siapkan Hibah Seni 'Extremely Epic Grant'
Tim mendiang Oliver Tree mengumumkan rencana meluncurkan program hibah bagi seniman, sebagai bagian dari warisan yang memang menjadi keinginan terakhir almarhum. Pengumuman itu disampaikan melalui unggahan Instagram pada 21 Juni 2026, sehari setelah jenazah dipulangkan ke rumah duka. Program bertajuk Dr. Oliver Tree's Extremely Epic Grant For Baby Geniuses dirancang untuk memberikan dukungan pendanaan langsung kepada kreator yang membutuhkan.
Detail program hibah
Menurut tim, hibah ini akan fokus pada pendanaan proses penciptaan karya, bukan biaya pendidikan. Nama program mencerminkan pendekatan kreatif Oliver Tree yang ingin mendukung kelahiran karya baru. Tim memastikan yayasan dan mekanisme pemberian hibah segera dibentuk untuk menjalankan keinginan tersebut.
Dalam unggahan itu tim menegaskan bahwa program ini sudah dipersiapkan oleh Oliver sebelum wafat. Mereka berkomitmen untuk mewujudkan rencana tersebut agar karya seni dan kebahagiaan dapat terus berkembang.
"Ini adalah sesuatu yang telah dipersiapkan Oliver sebelum kepergiannya. Kami akan memastikan keinginannya terwujud agar lebih banyak kebahagiaan, cinta, dan karya seni dapat hadir di dunia,"
Reaksi keluarga dan penggemar
Tim juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan simpati publik sejak kabar duka diumumkan. Dukungan itu dianggap membantu keluarga, sahabat, dan rekan kerja melewati masa sulit setelah kepergian sang musisi.
Kronologi meninggalnya Oliver Tree
Oliver Tree, musisi asal Amerika, meninggal dalam kecelakaan helikopter di Rio de Janeiro, Brasil, pada 14 Juni 2026. Kecelakaan itu menewaskan lima orang lain, terdiri dari tiga penumpang dan dua pilot. Sebelum insiden, Oliver sedang menjalani rangkaian konser bertajuk The World’s First Tour di Brasil, dengan penampilan terakhir pada 6 Juni 2026 di Sao Paulo.
Latar belakang rencana hibah
Rencana alokasi kekayaan untuk mendukung seniman sempat diungkapkan Oliver pada April 2026 saat menjadi tamu The Zach Sang Show. Ia menyatakan tidak ingin seluruh hartanya hanya diwariskan kepada keluarga, melainkan dipakai untuk mendukung penciptaan karya seni dari kreator yang membutuhkan bantuan finansial.
Oliver menegaskan dana tersebut akan dipakai langsung untuk proses berkarya, bukan untuk biaya pendidikan. Pernyataan ini kini menjadi dasar bagi keluarga dan tim untuk mendirikan yayasan serta program hibah yang segera diluncurkan.
Implikasi dan langkah ke depan
Dengan pendirian yayasan dan peluncuran hibah, warisan Oliver Tree diharapkan berlanjut melalui dukungan konkret bagi generasi kreator berikutnya. Tim berencana merinci mekanisme pendaftaran dan kriteria penerima dalam pengumuman resmi yang akan datang.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
No Na dan Jebung Rilis 'Rollerblade Remix' Usai Viral
No Na merilis 'Rollerblade Remix' bersama Jebung setelah video Open Verse Challenge-nya viral dan mendapat j...
Supergirl Tayang 24 Juni 2026, Petualangan Kosmik Kara
Film 'Supergirl' tayang 24 Juni 2026 di Indonesia; adaptasi Tom King bawa Kara Zor-El jalani petualangan ant...
Netflix Garap 'First Doctor' soal Departemen Bedah Anak Terancam
Netflix umumkan serial 'First Doctor' tentang departemen bedah anak yang terancam tutup; Jung Ryeo Won pimpi...
Makna Lirik 'Sesi Potret': Kehilangan dan Penyesalan yang Menyentuh
Lagu 'Sesi Potret' oleh Eńau dan Ari Lesmana viral karena liriknya tentang perantau yang pulang dan mendapat...
The Trauma Code Siapkan Musim 2 dan 3, Syuting Dimulai Oktober
Serial medis The Trauma Code dilaporkan menyiapkan musim 2 dan 3; produksi mulai Oktober 2026 dan musim kedu...
Banyu Biru: Ketimpangan Hulu-Hilir Hambat Industri Film Indonesia
Banyu Biru: produksi film melonjak, tapi distribusi dan eksibisi belum siap; perlu perbaikan ekosistem dan k...