OJK Perkuat Digitalisasi Keuangan untuk UMKM di Indonesia Timur
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Inovasi: tokenisasi RWA dan regulatory sandbox
Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK, Adi Budiarso, menyatakan inovasi keuangan digital kini memasuki tahap implementasi pasar. Salah satu langkah konkret adalah pengembangan tokenisasi Real World Assets (RWA) untuk mendukung rantai pasok komoditas unggulan daerah.
Adi juga menyebutkan bahwa OJK telah memberi izin beberapa penyelenggara inovasi melalui mekanisme Regulatory Sandbox, sehingga model bisnis baru bisa diuji dan diterapkan secara bertahap.
"Pendalaman pasar keuangan digital tidak boleh dipahami sebagai proyek teknologi semata, tetapi harus menjadi bagian pembangunan ekonomi regional dan nasional. Targetnya bukan sekadar seberapa banyak inovasi yang dihasilkan, melainkan seberapa besar manfaatnya dalam memperluas akses pembiayaan serta mendorong kesejahteraan masyarakat,"
Kolaborasi lintas sektor dan peran pemerintah daerah
OJK menegaskan tidak berniat menduplikasi program pemerintah. Sebaliknya, lembaga ini ingin membangun ekosistem keuangan yang mendukung hilirisasi, ekonomi kreatif, dan pembangunan daerah.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai upaya ini perlu didukung kolaborasi antarinstansi agar digitalisasi menimbulkan dampak ekonomi nyata.
"Forum ini bukan sekadar diskusi, tetapi momentum untuk menyatukan visi. Memperkuat sinergi serta membangun langkah nyata agar digitalisasi keuangan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur,"
Dampak ekonomi dan capaian regional
Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Mochamad Muchlasin, melaporkan ekonomi Sulawesi Selatan tumbuh 6,88 persen pada triwulan pertama 2026. Angka ini melampaui capaian pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama.
"Langkah selanjutnya yang akan didorong dalam pengembangan ekonomi daerah antara lain hilirisasi dan peningkatan inklusi keuangan. Begitu juga koordinasi lembaga jasa keuangan, penyediaan dan pendampingan usaha, serta penguatan kapasitas pelaku usaha,"
Langkah konkret ke depan
Untuk mewujudkan target tersebut, OJK dan pemda menyoroti beberapa fokus aksi:
- Penerapan tokenisasi RWA pada rantai pasok komoditas unggulan.
- Peningkatan literasi dan pendampingan bagi pelaku UMKM.
- Koordinasi lembaga keuangan dan penyedia layanan digital lokal.
- Pemberdayaan ekonomi kreatif dan hilirisasi produk daerah.
Dengan langkah ini, OJK berharap digitalisasi keuangan tidak hanya memunculkan teknologi baru, tetapi juga memperluas akses pembiayaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...