Nur Alam Masuk PSI Bisa Pengaruhi Citra Partai
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menerima bergabungnya mantan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam, yang menurut pengamat berpotensi memengaruhi citra partai soal komitmen antikorupsi. Pernyataan ini disampaikan Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah pada keterangan yang diterima Jumat, 19 Juni 2026, setelah Nur Alam mengumumkan keanggotaan itu usai pertemuan dengan Presiden Joko Widodo pada 17 Juni 2026.
Dampak pada citra dan elektabilitas
Dedi menilai kehadiran figur berstatus mantan terpidana kasus korupsi masih menjadi sorotan publik. Menurutnya, keputusan partai menerima tokoh dengan rekam jejak seperti itu bisa memunculkan persepsi negatif tentang komitmen pemberantasan korupsi PSI.
Saat ini cukup banyak mantan terpidana korupsi yang masih aktif di partai politik. Bergabungnya Nur Alam ke PSI tentu dapat berdampak pada reputasi partai
Namun Dedi juga menggarisbawahi bahwa dampak pada elektabilitas partai belum tentu signifikan. Berdasarkan temuan beberapa survei, keberadaan mantan terpidana korupsi dalam partai tidak selalu berpengaruh langsung pada pilihan pemilih.
Hanya saja, sejauh ini dalam catatan survei, keberadaan mantan koruptor tidak berdampak signifikan pada elektoral partai politik. Mungkin itu yang membuat partai tetap membuka ruang bagi mereka
Rekomendasi penguatan kaderisasi
Dengan tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik yang masih rendah, Dedi mendorong agar partai lebih selektif dalam proses rekrutmen. Ia menyarankan agar rekam jejak calon anggota menjadi bagian mutlak dari mekanisme seleksi untuk meningkatkan kepercayaan publik.
Idealnya, dengan tingkat kepercayaan publik terhadap partai yang masih rendah. Partai politik lebih selektif dalam menerima kader
Respons PSI dan pernyataan Nur Alam
PSI menyambut bergabungnya Nur Alam. Ketua DPP PSI Bestari Barus menyatakan langkah itu diharapkan menular ke tokoh-tokoh politik lain, khususnya mantan kepala daerah.
Pasca Pak Jokowi beliau mendukung PSI, itu mengusik tidur daripada para tokoh itu di seantero bumi Nusantara. Satu per satu datang, kini tiba giliran Pak Nur Alam ketemu di tempatnya Pak Jokowi
Di sisi lain, Nur Alam menyatakan kedekatannya dengan Presiden Jokowi telah terjalin lama dan mengaku aktif mendukung PSI setelah mendapat dukungan Jokowi. Ia yakin PSI akan memberi ruang bagi kader untuk berkembang.
Saya sampai hari ini sebagai mantan gubernur Sultra, bersahabat baik dengan dengan Pak Jokowi sejak menjadi gubernur DKI. Serta, beliau adalah atasan saya
Implikasi dan langkah ke depan
Kedatangan figur seperti Nur Alam menempatkan tekanan pada PSI untuk menjelaskan kebijakan internal terkait penerimaan kader bermasalah di masa lalu. Publik dan pemilih kemungkinan akan mengamati langkah partai berikutnya, termasuk transparansi proses rekrutmen dan upaya memperkuat citra antikorupsi.
Ke depan, bagaimana PSI menyeimbangkan penerimaan tokoh berpengaruh dan kebutuhan mempertahankan citra bersih akan menjadi poin penting dalam strategi politiknya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
30 Link Twibbon HUT ke-81 TNI 2026 dan Cara Pasang
Kumpulan 30 link Twibbon HUT ke-81 TNI 2026 dan panduan singkat memasangnya untuk disebar di media sosial.
HUT ke-81 TNI 2026: Tema dan Unduh Logo Resmi
TNI merilis tema HUT ke-81 dan menyediakan logo serta materi publikasi resmi yang bisa diunduh untuk poster,...
Menkomdigi: 4,1 Juta Konten Judi Online Ditangani
Menkomdigi Meutya Hafid ungkap 4,1 juta konten judi online ditangani, mayoritas situs/IP berasal dari luar n...
Sejarah TNI: Dari TKR ke Tentara Nasional Indonesia
5 Oktober diperingati sebagai Hari TNI karena pembentukan TKR pada 1945 yang kemudian berkembang menjadi Ten...
Menkomdigi Tekankan Penerapan PP Tunas saat Audiensi dengan LEGO
Menkomdigi Meutya Hafid dorong penerapan PP Tunas dan persetujuan orang tua saat audiensi dengan LEGO untuk...
Kapolri: Berbeda Seragam, Satu Hati Menjaga Negeri — HUT TNI ke-81
Kapolri Suyudi tegaskan TNI dan Polri tetap "satu hati" menjaga Indonesia menjelang HUT TNI ke-81, 5 Oktober...