NASA Siapkan Misi DAPHNE untuk Prediksi Cuaca Antariksa
NASA sedang mengembangkan misi bernama DAPHNE untuk meningkatkan prediksi cuaca antariksa yang dapat mengganggu GPS, satelit orbit rendah, dan keselamatan awak. Rencana ini melaju ke tahap perencanaan lanjutan atau Phase B, dengan target evaluasi pada 2027 dan potensi peluncuran paling cepat pada 2029.
Tujuan utama misi
DAPHNE dirancang untuk memetakan bagaimana dinamika di lapisan bawah atmosfer memengaruhi kondisi di lapisan atas tempat terjadinya cuaca antariksa. Misi ini bertujuan memperbaiki akurasi model prediksi sehingga dampak pada teknologi komunikasi dan navigasi di Bumi dapat diminimalkan.
Konsep operasi dan pengukuran
Rencana DAPHNE melibatkan dua satelit kembar yang akan melakukan pengukuran simultan. Satelit-satelit itu akan mengamati angin netral, suhu, dan komposisi atmosfer pada wilayah thermosphere, batas antara atmosfer Bumi dan ruang angkasa di mana partikel bermuatan dan aktivitas Matahari memberi pengaruh kuat.
Integrasi data untuk model yang lebih baik
Data dari pengukuran di lapisan atas akan dikombinasikan dengan informasi energi dari atmosfer bawah. Kombinasi ini diharapkan memberikan gambaran lebih lengkap tentang proses fisika yang menghubungkan kedua wilayah, sehingga model prediksi cuaca antariksa menjadi lebih akurat dan andal untuk operator satelit dan layanan navigasi.
Manajemen, anggaran, dan jadwal
Misi dipimpin oleh Aimee Merkel dari Laboratory for Atmospheric and Space Physics, University of Colorado Boulder. DAPHNE dijadwalkan menjalani evaluasi kelayakan pada 2027 untuk menentukan kesiapan teknis dan pendanaan.
Jika disetujui, estimasi biaya misi mencapai 250 juta dolar AS, belum termasuk biaya peluncuran. Waktu peluncuran direncanakan paling cepat pada 2029, bergantung pada hasil evaluasi dan ketersediaan dana.
Dampak dan prospek ke depan
Pengembangan DAPHNE menunjukkan upaya memperkuat ketahanan teknologi kritis terhadap gangguan ruang angkasa. Dengan pemantauan yang lebih detail di thermosphere dan integrasi data lintas-lapisan, para ilmuwan berharap mengurangi risiko kerusakan sistem komunikasi dan navigasi di masa mendatang.
Evaluasi tahun 2027 akan menjadi penentu apakah DAPHNE melanjutkan ke tahap pembangunan penuh dan siap meluncur sesuai jadwal yang direncanakan.
Berita Terkait
El Niño Menguat, NASA dan NOAA Catat Pemanasan Samudra Pasifik
NOAA resmi menetapkan El Niño pada 11 Juni 2026; satelit mencatat pemanasan dan kenaikan tinggi permukaan la...
Lucy Ungkap Asteroid 'Kacang' Donaldjohanson yang Bergoyang
Misi Lucy menemukan asteroid Donaldjohanson berbentuk kacang yang berotasi dua sumbu pada flyby 20 April 202...
James Webb Amati HD 80606 b, 'Planet Terpanggang' Suhu Ekstrem
James Webb mengamati HD 80606 b yang mengalami lonjakan suhu ~1.100°F saat mendekati bintang, memicu perubah...
Dragon SpaceX Sukses Mendarat di Pasifik, Bawa Pulang Sampel ISS
Wahana kargo Dragon SpaceX mendarat di Pasifik 18 Juni 2026, membawa sampel penelitian dan perangkat keras p...
BRIN Perkenalkan Teknologi Pengendalian Rayap di Borobudur
BRIN hadir di Borobudur untuk mengajarkan identifikasi dan pengendalian rayap secara efektif dan ramah lingk...
Jakarta Siapkan Ekosistem Smart MICE Berbasis Teknologi
Pemprov DKI kembangkan Smart MICE berbasis teknologi digital untuk tingkatkan efisiensi acara dan daya saing...