Nobar Piala Dunia di Pagururan Dorong Ekonomi UMKM
Ratusan warga menyaksikan pertandingan Spanyol melawan Tanjung Verde pada kegiatan nonton bersama (nobar) di Rumah Makan Sederhana, Pagururan, Sumatera Utara, Rabu, 10 Juni 2026. Acara ini digelar untuk menggerakkan sektor usaha kecil dan meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
Nobar sebagai ruang ekonomi dan sosial
Penayangan pertandingan skala internasional menjadi ajang berkumpul dan berinteraksi. Kegiatan berlangsung di area rumah makan yang menyediakan layar lebar dan fasilitas bagi pengunjung. Para pedagang kuliner dan pelaku usaha kreatif setempat memanfaatkan momen itu untuk berjualan.
Organisasi lokal melaporkan antusiasme tinggi dari warga. Selain hiburan, nobar memberikan tambahan pendapatan bagi pelaku usaha mikro hingga kecil di sekitar lokasi.
Peran Relasi dan penyediaan fasilitas
Kelompok Relawan Lamhot Sinaga (Relasi) memprakarsai penyediaan layar lebar dan pengaturan lokasi agar acara berjalan nyaman. Inisiatif ini bertujuan menggabungkan aspek hiburan dan kesempatan ekonomi secara bersamaan.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menjelaskan alasan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai momen Piala Dunia dapat berdampak positif bagi pelaku usaha daerah.
"Piala Dunia bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang bagaimana sebuah momentum besar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Ada peluang ekonomi yang bisa tumbuh ketika masyarakat berkumpul dan beraktivitas bersama,"
Dalam keterangannya pada Selasa, 16 Juni 2026, Lamhot menekankan bahwa manfaat tidak hanya untuk pusat kegiatan. Menurutnya, UMKM lokal turut merasakan dampak lewat sektor kuliner dan perdagangan kreatif.
"UMKM menjadi salah satu sektor yang bisa merasakan manfaat dari momentum seperti ini. Perputaran ekonomi tidak hanya terjadi di pusat kegiatan, tetapi juga dapat menyebar ke lingkungan sekitar,"
Dukungan penyiaran dan harapan ke depan
Lamhot mengapresiasi penayangan pertandingan oleh lembaga penyiaran publik sehingga masyarakat luas mendapat akses tontonan. Ia menilai akses siaran merupakan komponen penting untuk menyatukan wargan dan membuka peluang ekonomi.
"Olahraga memiliki kemampuan menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Karena itu, momentum seperti Piala Dunia sebaiknya tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi juga menjadi kesempatan menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi,"
Ia berharap kegiatan serupa terus digelar secara konsisten dan melibatkan seluruh elemen warga. Inisiatif ini dinilai efektif sebagai wadah hiburan sekaligus pemicu kreativitas komunitas daerah.
Ketika masyarakat bergerak, ekonomi lokal ikut bergerak. Nobar di Pagururan menjadi contoh bagaimana acara olahraga global dapat menciptakan nilai tambah bagi usaha kecil setempat.
Berita Terkait
Senegal Guncang Prancis di Debut Piala Dunia 2002
Senegal mengejutkan dunia dengan menumbangkan Prancis 1-0 pada debut Piala Dunia 2002 lewat gol Papa Bouba D...
Penyandang Disabilitas Apresiasi Siaran Piala Dunia RRI
Penyandang disabilitas memuji siaran Piala Dunia RRI yang membuka akses dan menghadirkan pengalaman pertandi...
Sepatu Emas dan 5 Kandidat Top Skor Piala Dunia 2026
Mengulas asal-usul Sepatu Emas dan lima kandidat teratas pencetak gol Piala Dunia 2026: Messi, Ronaldo, Mbap...
Bendera Iran Viral di SoFi Stadium, Soroti Nuansa Politik Piala Dunia
Pembentangan bendera Iran di SoFi Stadium jelang laga 16 Juni 2026 memicu protes diaspora dan menegaskan lar...
Emblem Khusus Hiasi Jersey di Piala Dunia 2026
Emblem khusus di sisi kanan jersey Piala Dunia 2026 menandai pemain debut dan mereka yang sudah lima kali ta...
Sabri Lamouchi Dipecat Usai Tunisia Kalah 1-5 dari Swedia
Sabri Lamouchi dipecat setelah Tunisia kalah 1-5 dari Swedia di Piala Dunia; keputusan diambil menyusul teka...