Bupati Buka Nagan Culinary Festival 2026, Sorot Kue Karah
Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., secara resmi membuka Nagan Culinary Festival 2026 dan Festival Peh Karah pada Senin, 20 Juli 2026 di Alun-Alun Suka Makmue. Kegiatan ini bagian dari peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya dan bertujuan melestarikan kuliner tradisional serta mendorong pengembangan ekonomi kreatif lokal.
Tema dan tujuan festival
Festival mengusung tema "Eksplorasi Rasa Tradisional Nagan Raya: Mengangkat Warisan, Menggugah Selera Nusantara". Panitia menyatakan acara tidak hanya kompetisi, tetapi juga sarana edukasi, promosi, dan pelestarian warisan kuliner.
Bupati menegaskan pentingnya kuliner tradisional sebagai identitas budaya yang perlu diwariskan dan dikembangkan agar memiliki nilai ekonomi.
"Nagan Raya memiliki kekayaan rempah, cita rasa tradisional, dan ragam kuliner khas yang memiliki potensi besar untuk dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional,"
Fokus pada Kue Karah
Dalam sambutannya, Bupati memberi perhatian khusus pada Kue Karah. Menurutnya, Kue Karah bukan sekadar makanan, tetapi juga mengandung nilai filosofi seperti ketekunan, kesabaran, dan kebersamaan.
"Kue Karah mengandung nilai filosofi tentang ketekunan, kesabaran, kebersamaan, serta semangat menjaga tradisi para leluhur,"
Peserta dan rangkaian lomba
Penyelenggara mencatat Festival Peh Karah diikuti oleh 188 peserta yang tergabung dalam 94 tim. Peserta berasal dari sembilan kecamatan plus kategori umum.
- Kecamatan Suka Makmue
- Seunagan
- Seunagan Timur
- Beutong
- Kuala
- Kuala Pesisir
- Tadu Raya
- Tripa Makmur
- Darul Makmur
- Kategori Umum
Sementara itu, Lomba Memasak Nagan Culinary Festival 2026 diikuti 40 peserta yang mewakili 10 kecamatan. Setiap kecamatan mengirimkan satu tim yang terdiri atas tiga juru masak dan satu pendamping dari Tim Penggerak PKK.
Respon dan harapan
Kegiatan berlangsung meriah dan disambut antusias warga yang memadati lokasi. Kepala Bidang Pemuda, Kudri, S.Pd., mewakili Kepala Dinas Pariwisata, menegaskan bahwa festival juga berfungsi sebagai media edukasi dan promosi budaya.
"Melalui festival ini, kami ingin memastikan tradisi Peh Karah tetap hidup, diwariskan kepada generasi penerus, sekaligus mampu menjadi produk kuliner unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan mendukung sektor pariwisata Kabupaten Nagan Raya,"
Bupati berharap kuliner khas seperti Kue Karah terus dipromosikan pada tingkat daerah dan nasional sehingga menjadi identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi UMKM lokal. Dengan inovasi dan promosi berkelanjutan, ia yakin kuliner Nagan Raya mampu bersaing lebih luas.
Festival ini juga dimaknai sebagai ruang mempererat silaturahmi antarwarga dan antar-kecamatan, serta memberi peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan produk berbasis budaya lokal.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...