Kemenag Siapkan MTQ Nasional Inklusif untuk Disabilitas Sensorik
Kementerian Agama mempersiapkan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional 2026 yang lebih inklusif, yakni membuka kesempatan partisipasi bagi penyandang disabilitas sensorik. Pengumuman disampaikan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, di Jakarta, Jumat 26 Juni 2026. Inisiatif ini mulai dirintis pada pelaksanaan MTQ tahun ini di Semarang, Jawa Tengah.
Rencana dan persiapan pelaksanaan
Menurut Abu Rokhmad, Kemenag meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) di seluruh daerah untuk segera melakukan pembinaan khusus dan menyiapkan calon peserta penyandang disabilitas sensorik. Langkah ini dimaksudkan agar pelaksanaan MTQ inklusif berjalan optimal saat digelar pada 2026.
Abu menegaskan pentingnya persiapan sejak dini sehingga para peserta memiliki kesempatan yang memadai mengikuti berbagai cabang yang dikembangkan.
"Tahun ini baru kita inisiasi. Tahun depan bapak, ibu, bisa mulai mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,"
Tujuan pengembangan MTQ inklusif
Kebijakan membuka cabang musabaqah untuk penyandang disabilitas sensorik merupakan bagian dari upaya memperkuat fungsi MTQ. Abu menjelaskan, MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, melainkan juga sebagai sarana pembinaan dan syiar Al Quran yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.
"Kita ingin pengembangan tilawah Al Quran juga menyentuh anak-anak kita yang berada dalam kondisi keterbatasan. Sehingga mereka juga akan memiliki kesempatan yang cukup untuk melakukan berbagai macam kegiatan keagamaan,"
Dampak dan harapan
Kemenag berharap penyelenggaraan MTQ yang lebih inklusif akan menghasilkan beberapa dampak positif, antara lain:
- Pembinaan Al Quran yang menjangkau semua kelompok masyarakat;
- Pembukaan ruang perlombaan yang lebih ramah dan setara;
- Peningkatan apresiasi publik terhadap nilai kemanusiaan dan pemberdayaan.
Dengan pengembangan cabang baru ini, MTQ diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai kesetaraan dan aksesibilitas dalam kegiatan keagamaan.
Konteks kebijakan dan langkah berikutnya
Langkah Kemenag sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif. Kini fokus berpindah ke implementasi di tingkat daerah, terutama peran LPTQ dalam membina calon peserta dan menyiapkan fasilitas pendukung.
Ke depan, pelaksanaan MTQ Nasional 2026 akan menjadi tolok ukur seberapa efektif persiapan dan pembinaan berjalan, serta sejauh mana penyandang disabilitas sensorik dapat berpartisipasi secara penuh dalam kegiatan nasional tersebut.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menteri PPPA: Kuota 30% Caleg Perempuan Belum Terpenuhi
Menteri PPPA Arifah Fauzi menyatakan kuota 30% caleg perempuan belum dipenuhi partai, sementara MK mewajibka...
Fadli Zon: Kemajemukan Budaya Kekuatan Persatuan Indonesia
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan kemajemukan budaya jadi kekuatan persatuan saat Jamuan Madani Malind...
Sekolah Unggul Garuda Terima 307 Siswa dari 3.935 Pendaftar
Sekolah Unggul Garuda menerima 307 siswa TA 2026/2027 dari 3.935 pendaftar; seleksi ketat dan fokus pada pem...
UMN Dampingi Petani Terapkan IoT dan Energi Surya di Bojong Renged
UMN mendampingi petani dan pembudidaya di Bojong Renged memakai IoT, akuaponik, dan energi surya untuk tingk...
Menko Polkam Ajak Perwira SeskoAD Jadi Pemimpin TNI yang Adil
Menko Polkam Djamari Chaniago minta Perwira SeskoAD siap jadi pemimpin TNI adil, berintegritas, dan melek an...
Digitalisasi Perlinsos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp200 Triliun
Bakom: digitalisasi Perlinsos lewat DPI dapat menghemat anggaran negara hingga Rp127–Rp200 triliun dan menin...