Nasional

Dudung: Belum Ada Unsur Kelalaian atas Tewasnya Peserta Latsarmil

Bagikan:
Dudung Abdurachman memberi keterangan pers mengenai kematian peserta Latsarmil dan proses investigasi

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyatakan belum ditemukan unsur kelalaian terkait tewasnya tiga peserta usai mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil). Pernyataan disampaikan saat konferensi pers di kantornya, Jumat, 27 Juni 2026. Ketiga korban merupakan calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Kronologi singkat dan tanggapan resmi

Dudung menyampaikan belasungkawa dan menyebut pihaknya masih melakukan evaluasi serta investigasi. Menurutnya, latihan pada program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tidak bersifat berat. Ia mengindikasikan faktor kesehatan atau sebab lain yang perlu ditelusuri.

Saya juga menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum dan almarhumah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, kata Dudung.

Dudung menegaskan peristiwa itu terjadi di tiga lokasi berbeda dan masih dalam proses pemeriksaan. Dari informasi lapangan yang diterimanya, belum ditemukan adanya unsur kelalaian.

Hasil sementara dan proses investigasi

Pernyataan Dudung menekankan bahwa temuan awal tidak menunjukkan kelalaian penyelenggara. Namun ia meminta evaluasi menyeluruh agar akar masalah teridentifikasi. Pemeriksaan masih berjalan untuk memastikan kronologi dan faktor penyebab kematian.

Peristiwa itu terjadi di tiga lokasi dan saat ini masih dalam proses evaluasi. Berdasarkan informasi yang saya terima, belum ditemukan adanya unsur kelalaian, ujar Dudung.

Prosedur kesehatan dan faktor keselamatan

Dudung menjelaskan semua peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti Latsarmil. Ia mengakui dalam proses pelatihan kadang ada peserta yang secara fisik atau mental tidak kuat. Oleh karena itu, faktor kesehatan disebutkan sebagai kemungkinan penyebab yang perlu dikonfirmasi.

Sebelum pelatihan dilaksanakan, seluruh peserta telah menjalani tes kesehatan. Kematian pada akhirnya merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, ujar Dudung.

Dudung juga menegaskan pentingnya latihan dasar bagi calon manajer untuk membangun disiplin, loyalitas, kerja sama, dan jiwa korsa. Ia menyebut bahwa pejabat tinggi dan calon pemimpin BUMN pernah mengikuti kegiatan serupa, termasuk retret di Magelang, Jawa Tengah.

Langkah ke depan

Meski menilai latihan tidak berat, Dudung meminta agar setiap pelatihan dievaluasi dan dijalankan sesuai prosedur. Penekanan diberi pada aspek keselamatan untuk mencegah insiden serupa. Ia menegaskan ke depan semua kegiatan latihan harus mengutamakan keselamatan peserta.

Ke depan, setiap pelatihan harus benar-benar sesuai prosedur. Tentu dengan mengutamakan faktor keselamatan sehingga tidak lagi menimbulkan korban, jelasnya.

Proses investigasi yang sedang berlangsung diharapkan memberikan kepastian penyebab kematian dan rekomendasi perbaikan prosedur pelatihan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait