Wamenkomdigi: Literasi Digital Harus Relevan di Era AI
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyatakan perubahan mendasar pada arah literasi digital di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI). Pernyataan itu disampaikan saat audiensi dengan Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI) di Jakarta pada Jumat, 26 Juni 2026. Menurut Nezar, fokus literasi tidak lagi sekadar mengajarkan penggunaan perangkat atau akses internet, melainkan harus menguatkan kecakapan digital dan pengembangan talenta secara terarah.
Peralihan fokus: dari penggunaan ke kecakapan
Nazar menekankan bahwa materi dasar seperti cara menyalakan gadget atau mengakses situs kini tidak cukup sebagai tolok ukur literasi. Perubahan teknologi, khususnya kemajuan AI, menuntut kemampuan yang lebih kontekstual. Program literasi harus mengutamakan peningkatan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar dan perkembangan teknologi.
Program literasi digital sekarang lebih ke upskilling. Meningkatkan kecakapan yang lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan sekarang
Dengan demikian, perhatian dialihkan ke program upskilling—pelatihan keterampilan spesifik yang mampu menyiapkan sumber daya manusia menghadapi tantangan digital modern.
Peran Bappenas dan pelaksanaan Kemkomdigi
Nazar menyampaikan bahwa perubahan arah program literasi digital ini merupakan bagian dari rancangan strategis yang disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dia juga menuturkan bahwa implementasi kebijakan serupa telah dijalankan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika selama "dalam kurun Waktu 10 dekade terakhir".
Menurutnya, upaya itu mencakup penyusunan program yang lebih fokus pada pengembangan talenta digital agar berjalan secara terarah dan selaras dengan dinamika teknologi.
Peran platform dan materi dasar yang kian berkurang
Selain menggeser fokus pembelajaran, Nazar menyebut materi dasar seperti keamanan dan etika digital kini banyak diadopsi langsung oleh platform digital melalui kebijakan internal mereka. Hal ini membuat beberapa aspek literasi konvensional semakin ditangani oleh penyedia layanan.
Kalau sekarang kayaknya sudah lewat masa itu. Walaupun masih dibutuhkan, tetapi sudah dikerjakan ataupun diadopsi oleh platform-platform lewat community guidelines dan lain-lain
Dengan kata lain, tugas negara dan lembaga pendidikan bergeser ke penguatan kemampuan analitis, penerapan teknologi, dan pengembangan kompetensi yang dapat memanfaatkan teknologi baru secara produktif.
Implikasi dan langkah ke depan
Perubahan arah ini menuntut sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan industri teknologi untuk menyusun kurikulum dan program pelatihan yang memenuhi kebutuhan era AI. Tanpa langkah terkoordinasi, ada risiko kesenjangan keterampilan antara tenaga kerja dan tuntutan pasar.
Ke depan, fokus pada upskilling dan pengembangan kecakapan digital diharapkan mempercepat pembentukan talenta digital yang siap bersaing dan berinovasi dalam ekosistem teknologi yang terus berubah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BBM dan Avtur Indonesia Termurah di ASEAN, Diesel di Posisi Ketiga
Harga bensin RON 92, RON 95, dan avtur di Indonesia tercatat paling murah di Asia Tenggara; diesel berada di...
Puan: Satuan Baru TNI Harus Perkuat Pertahanan dan Kedaulatan
Puan Maharani minta satuan baru TNI diiringi penguatan kemampuan pertahanan dan dukungan pemerintah usai pel...
Kemenimipas: Sosok di Kamar Mewah Lapas Cibinong Adalah Jimmy Masrin
Kemenimipas menyatakan sosok di kamar mewah Lapas Cibinong adalah terpidana korupsi Jimmy Masrin berdasarkan...
Ombudsman Siapkan Investigasi Tata Kelola Lapas Cibinong
Ombudsman siapkan investigasi menyeluruh atas tata kelola Lapas Kelas IIA Cibinong setelah ditemukan fasilit...
Menko Polkam Dudung Prioritaskan Penanganan Karhutla
Dudung Abdurachman resmi Menko Polkam dan menetapkan penanganan karhutla sebagai prioritas, disertai koordin...
DPR Buka Opsi Parliamentary Threshold 0–20 Persen
Komisi II DPR membuka opsi PT 0–20% dalam RUU Pemilu; semua angka akan diuji melalui argumentasi konstitusio...