Ekonomi

AS Tuduh Moonshot AI Lakukan Pencurian Teknologi Anthropic

Bagikan:
Ilustrasi pusat data dan representasi model AI Kimi K3 yang menjadi kontroversi

Penasihat Sains dan Teknologi Presiden AS Michael Kratsios secara terbuka menuduh perusahaan kecerdasan buatan asal China, Moonshot AI, mencuri teknologi milik Anthropic dalam skala besar. Tuduhan tersebut disampaikan melalui platform X dan menyebut teknik distilasi serta penggunaan perangkat keras yang dilarang ekspor untuk mengembangkan model baru bernama Kimi K3.

Tuduhan dan bukti yang disampaikan

Kratsios menyatakan Moonshot AI memakai metode distilasi, yaitu mengekstrak kemampuan dari model AI yang lebih canggih ke model yang lebih lemah. Menurutnya, praktik ini digunakan untuk mereplikasi kemampuan model Anthropic.

Ia juga menuduh Moonshot AI kemungkinan besar menjalankan pelatihan pada server yang menggunakan chip Nvidia seri GB300 Grace Blackwell. Chip ini termasuk daftar larangan ekspor Washington sejak 2022 karena kekhawatiran penggunaan militer.

Peluncuran Kimi K3 dan rencana open-source

Kimi K3 menarik perhatian setelah diluncurkan pekan lalu. Moonshot AI mengumumkan niatnya merilis model itu sebagai perangkat lunak open-source pada 27 Juli 2026, sehingga publik dapat mengunduh dan memodifikasi model tersebut.

  • Peluncuran Kimi K3: pekan lalu.
  • Rencana rilis open-source: 27 Juli 2026.
  • Chip Nvidia GB300: masuk daftar larangan ekspor sejak 2022.

Tanggapan China dan reaksi diplomatik

Kedutaan Besar China di Washington merujuk pada pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri, Lin Jian, yang menolak politisasi isu perdagangan dan teknologi. Pemerintah China menegaskan pengembangan AI mereka didasarkan pada prinsip kolaborasi dan manfaat bersama.

"China menentang upaya mempolitisasi isu perdagangan dan teknologi," ujar Lin Jian.

Respons AS dan potensi sanksi

Tuduhan ini muncul tak lama setelah pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang menyebut akan menyelidiki dugaan pencurian kemampuan model AI oleh perusahaan-perusahaan China. Bessent memperingatkan sanksi bisa menjadi salah satu opsi terhadap pelaku.

"Kami mendukung AI sumber terbuka dan inovasi yang dihasilkannya. Namun sumber terbuka bukan berarti bebas merampas kekayaan intelektual Amerika," tegas Bessent.

Konteks dan implikasi

Kasus ini bukan yang pertama. Pada Juni lalu, Anthropic menuduh perusahaan teknologi China lain melakukan praktik distilasi serupa terhadap modelnya, Claude, dan meminta Kongres AS memperketat perlindungan teknologi.

Ketegangan soal transfer teknologi AI berpotensi mempengaruhi hubungan bilateral menjelang rencana pertemuan Presiden AS dan Presiden China pada September. Tekanan regulasi dan kemungkinan sanksi menjadi faktor yang mesti diperhitungkan perusahaan teknologi di kedua negara.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait