Edwin Rilis Horor Fantasi 'Monster Pabrik Rambut' di Bioskop
Sutradara Edwin kembali menampilkan karya baru berjudul Monster Pabrik Rambut, yang mulai tayang di bioskop Indonesia sejak 4 Juni 2026. Film ini mengusung genre horor fantasi dan merupakan film panjang kedelapan dalam kariernya, sekaligus melanjutkan jejaknya di festival-film internasional.
Rangkaian pemutaran internasional
Sebelum rilis di tanah air, Monster Pabrik Rambut menjalani serangkaian pemutaran festival. Film ini melakukan world premiere di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026.
Setelah itu film diputar di Hong Kong International Film Festival (HKIFF) 2026 dan terakhir di Fantasia Film Festival 2026 di Montreal, Kanada. Langkah festival itu memperkuat eksposur internasional film tersebut.
Gaya sinematik dan rekam jejak Edwin
Nama Edwin sudah dikenal luas di kancah perfilman internasional. Ia pernah meraih penghargaan besar melalui Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas yang memenangkan Golden Leopard di Locarno 2021.
Sepanjang kariernya Edwin mengembangkan pendekatan sinematik yang kerap memadukan realisme dan unsur fantasi. Karyanya mendapat perhatian festival dan sejumlah penghargaan, termasuk beberapa Piala Citra serta Edward Yang New Talent Award di Asian Film Awards 2012.
- Babi Buta yang Ingin Terbang (2008)
- Postcards from The Zoo (2012)
- Posesif (2017)
- Aruna & Lidahnya (2018)
- Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021)
- Kabut Berduri (2024)
Unsur fantasi dan karakter Bona
Monster Pabrik Rambut mengeksplorasi dimensi fantasi yang belum banyak dijajal Edwin sebelumnya. Film ini menghadirkan sosok monster dan tokoh bernama Bona, yang dimainkan oleh Iqbaal Ramadhan.
Bona digambarkan memiliki kemampuan tubuh untuk tumbuh kembali meski mengalami cedera. Konsep itu terinspirasi dari axolotl, amfibi endemik Meksiko yang dikenal kemampuan regenerasinya.
“Di Monster Pabrik Rambut ini ada elemen fantasi, ada monster yang harus dibuat, dan ada sisi fantasi seperti tangannya si Bona yang meski putus bisa muncul lagi. Dan itu belum pernah saya buat dan jelajahi sebelumnya,” ujar Edwin.
Iqbaal sebagai aktor dan produser
Keunikan konsep menjadi salah satu alasan Iqbaal bergabung. Selain berperan sebagai Bona, Iqbaal juga terlibat sebagai produser eksekutif proyek ini.
“Menurutku Monster Pabrik Rambut memberikan opsi baru bagi perfilman Indonesia. Ini adalah horor yang seru, fantasi, dan ajaib. Dan aku tampil sangat berbeda di film ini, belum pernah aku lakukan sebelumnya,” kata Iqbaal.
Penonton dan prospek
Dengan kombinasi horor, fantasi, dan elemen sosial, film ini menawarkan warna baru dalam perfilman Indonesia. Penayangan festival dan rilis di bioskop domestik membuka peluang diskusi lebih luas tentang genre dan estetika film Indonesia kontemporer.
Monster Pabrik Rambut kini dapat disaksikan di bioskop Indonesia, memberikan pengalaman sinematik berbeda bagi penonton yang menyukai horor berbalut fantasi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Lyodra Rilis "Terkunci di Kamu" dengan 10 Lagu, Kolab Bilal
Lyodra umumkan album "Terkunci di Kamu" rilis 9 Oktober 2026, berisi 10 lagu termasuk kolaborasi dengan Bila...
MEOVV Siap Comeback dengan Single Album "GO HARD"
MEOVV akan merilis single album "GO HARD" berisi dua lagu pada 12 Oktober; rilis membawa tema pendewasaan da...
Barasuara Ungkap Proses Kreatif Lagu 'Api dan Mimpi' untuk GJLS
Barasuara mengungkap proses pembuatan lagu "Api dan Mimpi" untuk film GJLS: Berapi-Api, dimulai dari DM Rige...
GJLS: Berapi-Api Rilis Trailer dan OST 'Api dan Mimpi'
Trailer dan poster GJLS: Berapi-Api dirilis; Barasuara bawakan OST 'Api dan Mimpi'. Film tayang 5 November 2...
Kenapa Piano Identik dengan Musik Klasik?
Piano melekat pada musik klasik karena sejarah, inovasi Cristofori, dan peran sentralnya sejak abad ke-18 hi...
Menbud Fadli Dorong Film Kepahlawanan Isi Bioskop Indonesia
Menbud Fadli Zon mendorong produksi film kepahlawanan agar mengisi bioskop, memperkuat identitas bangsa, dan...