Foufo: Alien Jatuh di Madura, Tretan Muslim Jadi Pemeran Utama
Skak Studios dan Sinemart memperkenalkan film komedi fiksi ilmiah berjudul Foufo, yang bercerita tentang alien terdampar di Madura dan mengubah kehidupan sebuah keluarga. Film garapan Bayu Skak ini menampilkan Tretan Muslim sebagai tokoh utama dan dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 9 Juli 2026.
Premis dan alur singkat
Teaser menunjukkan sebuah benda asing jatuh dari langit yang kemudian ditemukan oleh Muslim, tokoh yang diperankan Tretan Muslim. Muslim awalnya sedang menghadapi masalah keuangan untuk membayar biaya haji ibunya. Bersama dua temannya, Kacung dan Ipul, ia mencoba mencuri rel kereta demi uang, namun aksi itu terganggu saat benda misterius itu mendarat.
Mereka membawa pulang benda tersebut dan menemukan bahwa di dalamnya tersembunyi sosok alien bernama Foufo. Alien berjalin pertemanan dengan keluarga Muslim dan memicu serangkaian kejadian komedik yang jadi fokus cerita.
Produksi: gabungan live action dan animasi
Film ini diproduseri Bayu Skak bersama Ricky R. Setiawan, dengan David Suwarto sebagai produser eksekutif. Produksi menggabungkan unsur live action dan animasi untuk menghadirkan karakter alien secara visual.
Penggunaan teknologi itu dimaksudkan agar karakter Foufo tampil ramah dan ekspresif, sekaligus menjaga nuansa komedi yang menjadi jiwa film.
Pemain dan casting lokal
Selain Tretan Muslim, Foufo menghadirkan Habib Jafar, Benedictus Siregar, Mieke Shahir, dan Siti Kamariyah. Menariknya, sekitar 80 persen pemeran berasal dari masyarakat lokal Madura, banyak di antaranya tanpa pengalaman akting sebelumnya.
"Foufo akan menjadi film yang unik karena mempertemukan alien dengan keluarga Madura,"
— kata Tretan Muslim mengenai keterlibatan aktor lokal dan nuansa film.
Visi sutradara dan dukungan produser
Bayu Skak menyatakan ide film lahir dari pertanyaan sederhana: apa yang terjadi jika alien jatuh di Madura dan berinteraksi dengan warga setempat. Ia menekankan keinginan menghadirkan warna baru lewat perpaduan komedi dan fiksi ilmiah.
"Kami ingin membawa sesuatu yang baru di perfilman Indonesia, yakni komedi sci-fi. Cerita awalnya sangat sederhana, bagaimana jika alien jatuh di Madura dan bertemu dengan keluarga Madura? Itu menjadi sesuatu yang unik,"
"Kami melihat ide dan cerita yang unik yang dibawa Bayu Skak, yang membuat Sinemart yakin untuk turut berkolaborasi di film Foufo. Film ini juga akan menjadi penawaran baru yang segar di perfilman Indonesia,"
— ujar David Suwarto sebagai produser eksekutif.
Jadwal rilis dan harapan
Dengan perpaduan komedi lokal dan elemen fiksi ilmiah, Foufo diharapkan memberi pilihan tontonan baru bagi penikmat film Indonesia. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 9 Juli 2026.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Lyodra Rilis "Terkunci di Kamu" dengan 10 Lagu, Kolab Bilal
Lyodra umumkan album "Terkunci di Kamu" rilis 9 Oktober 2026, berisi 10 lagu termasuk kolaborasi dengan Bila...
MEOVV Siap Comeback dengan Single Album "GO HARD"
MEOVV akan merilis single album "GO HARD" berisi dua lagu pada 12 Oktober; rilis membawa tema pendewasaan da...
Barasuara Ungkap Proses Kreatif Lagu 'Api dan Mimpi' untuk GJLS
Barasuara mengungkap proses pembuatan lagu "Api dan Mimpi" untuk film GJLS: Berapi-Api, dimulai dari DM Rige...
GJLS: Berapi-Api Rilis Trailer dan OST 'Api dan Mimpi'
Trailer dan poster GJLS: Berapi-Api dirilis; Barasuara bawakan OST 'Api dan Mimpi'. Film tayang 5 November 2...
Kenapa Piano Identik dengan Musik Klasik?
Piano melekat pada musik klasik karena sejarah, inovasi Cristofori, dan peran sentralnya sejak abad ke-18 hi...
Menbud Fadli Dorong Film Kepahlawanan Isi Bioskop Indonesia
Menbud Fadli Zon mendorong produksi film kepahlawanan agar mengisi bioskop, memperkuat identitas bangsa, dan...