Monster Pabrik Rambut: Horor Overwork dan Eksploitasi Pekerja
Monster Pabrik Rambut, film horor karya Edwin, mengangkat isu overwork dan eksploitasi pekerja melalui pendekatan fantasi dan body horror. Pengumuman ini disampaikan saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin 1 Juni 2026, menjelang penayangan di Indonesia mulai 4 Juni 2026 setelah world premiere di Berlinale 2026.
Tema dan kritik sosial
Sutradara Edwin menjelaskan bahwa horor dipilih sebagai medium untuk mengkritik kondisi kerja yang tidak manusiawi. Ia menempatkan ketakutan sebagai hasil keresahan terhadap situasi nyata dalam sistem kerja modern.
“Ketika kita membicarakan isu sosial yang kontekstual, khususnya overwork dan sistem yang tidak manusiawi lagi dalam cara kita bekerja. Itu sendiri sudah menjadi sebuah model besar untuk diterjemahkan ke dalam film horor,”
Edwin juga menyinggung sejarah film horor, yang menurutnya sering lahir sebagai respons terhadap perubahan sosial dan tekanan sistemik.
“Dari sejarah film horor pun lahir karena ketakutan-ketakutan yang muncul dari keseharian, dari sistem,”
Rambut sebagai simbol tekanan
Edwin memilih rambut sebagai elemen sentral cerita karena hubungannya langsung dengan respons fisik dan mental manusia terhadap stres. Dalam film, rambut dipakai sebagai simbol yang menggambarkan tekanan kerja dan eksploitasi dalam sistem kapitalis.
“Rambut sendiri buat saya spesial. Ketika kita stres, rambut rontok, tiba-tiba memutih, jadi respons tubuh itu langsung kelihatan dari rambut,”
“Rambut-rambut ini bisa dipakai sebagai simbol persoalan atau problem sistemik di sistem kapitalis kita,”
Proses kreatif dan unsur visual
Penulis naskah Eka Kurniawan mengungkapkan bahwa ide film lahir dari kegelisahan terhadap realitas kerja sehari-hari. Ia dan Edwin sengaja menjauhi mitologi gaib, memilih pengalaman hidup dan benda-benda kerja sebagai sumber horor.
“Sehidup sehari-hari juga bisa cukup sangat horror. Pekerjaan kita kan macam-macam ya,”
Eka menambahkan bahwa benda-benda di lingkungan kerja dan proses produksi wig dipakai untuk membangun ketegangan visual. Menurutnya, alat dan objek kerja tidak hanya membantu, tetapi juga dapat menimbulkan rasa takut dan tekanan tersendiri.
“Manusia tidak cuma memanipulasi benda-benda itu untuk kebutuhan kerja saja. Tapi bagaimana benda-benda itu dalam proses kerja memberi kita ketakutan,”
Pemeran dan jadwal tayang
Film ini diproduseri Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, dengan naskah Eka Kurniawan. Para pemeran utama termasuk:
- Rachel Amanda
- Lutesha
- Iqbaal Ramadhan
- Kev
- Sal Priadi
- Didik Nini Thowok
Monster Pabrik Rambut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026.
Dengan memadukan body horror dan kritik sosial, film ini berupaya membuat penonton terus memikirkan kaitan antara horor fiksi dan tekanan kerja nyata setelah meninggalkan ruang bioskop.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Film Istimewa Angkat Kisah Anak Disabilitas, Tayang 17 Sep 2026
Kairos Film rilis trailer dan poster film Istimewa, cerita anak disabilitas yang mencari figur ayah; tayang...
Marvel Rilis Cuplikan 'Avengers: Doomsday', Tayang 18 Desember 2026
Marvel merilis cuplikan resmi 'Avengers: Doomsday', sekuel Endgame yang tayang 18 Desember 2026 dan menjadi...
Harry Potter Kembali ke Bioskop Global lewat 'Back to Hogwarts' 2026
Warner Bros. Discovery akan menggelar 'Back to Hogwarts' 2026 untuk merayakan 25 tahun film Harry Potter den...
Nam Joo Hyuk Main di Drama Misteri 'Code' Eksklusif Disney+ 2027
Nam Joo Hyuk akan membintangi drama misteri Code yang tayang eksklusif di Disney+ pada 2027, disutradarai Yo...
KQ Entertainment Tempuh Jalur Hukum Lindungi ATEEZ dari Unggahan Berbahaya
KQ Entertainment menempuh jalur hukum pada 21 Juli 2026 untuk melindungi ATEEZ dari unggahan berbahaya dan m...
Sharon Jovian Bagikan Pengalaman Syuting Film 'Juminten Edan'
Aktris cilik Sharon Jovian berbagi pengalaman pertamanya main film horor 'Juminten Edan', termasuk belajar b...