MonMang BRIN Dipakai 27 Negara, Versi 3.0 Menuju Standar Global
MonMang, aplikasi pemantauan mangrove yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kini digunakan di 27 negara dan terpasang pada lebih dari 1.500 perangkat. Untuk mengakomodasi kebutuhan global, BRIN bersama Blue Ventures Indonesia mengembangkan MonMang 3.0, yang dibahas dalam Workshop Pengembangan dan Standardisasi Kolaboratif di BRIN Thamrin, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.
Perluasan penggunaan dan capaian lapangan
Sejak diluncurkan pada 2019, MonMang berkembang dari alat penelitian menjadi platform partisipatif. Aplikasi ini memfasilitasi pengumpulan data lapangan secara cepat sehingga mendukung kebijakan berbasis bukti.
Kolaborasi internasional membuat MonMang dikenal luas. Tim BRIN bahkan pernah diundang ke Fiji untuk memberikan pelatihan penggunaan aplikasi tersebut.
"Monitoring mangrove ini sangat membutuhkan evidence-based policy making. Data yang reliable dan akurat sangat kita butuhkan untuk pengelolaan berkelanjutan, restorasi, hingga diplomasi lingkungan Indonesia di tingkat global," ujar Decky Indrawan Junaedi, Kepala Pusat Riset Sistem Biota BRIN.
Implementasi di Indonesia
Di tingkat lokal, MonMang mendukung pengelolaan kawasan mangrove berbasis masyarakat. Blue Ventures Indonesia dan mitra lokal memanfaatkan data aplikasi untuk mengarahkan kegiatan restorasi dan pengelolaan perikanan.
- Desa Sinaka, Mentawai, Sumatra Barat: 2.523 hektare
- Sahari, Maluku: 273 hektare
"Melalui penggunaan MonMang, mitra kami di Mentawai dan Maluku dapat mengidentifikasi ribuan hektare mangrove dalam kategori sangat baik hingga sedang. Data ini langsung dimanfaatkan masyarakat sebagai dasar pengelolaan perikanan berbasis komunitas," jelas Miftahul Khair dari Blue Ventures Indonesia.
Fitur utama MonMang 3.0 dan standar global
Pengembangan versi 3.0 difokuskan pada penyempurnaan fitur pemetaan, identifikasi jenis mangrove, dan pengelolaan data lapangan. Selain itu, perluasan opsi bahasa menjadi prioritas untuk mendukung adopsi lintas negara.
BRIN mengumpulkan masukan pengguna pada workshop untuk menentukan fitur prioritas. Dukungan bahasa selain Bahasa Indonesia dan Inggris direncanakan, termasuk Bahasa Prancis dan pilihan bahasa lokal.
"Dunia digital bergerak sangat cepat. Untuk MonMang 3.0, kita butuh masukan dari para pengguna di lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan prioritas," kata Udhi Eko Hernawan, Koordinator Kegiatan Kolaborasi Riset BRIN–Blue Ventures Indonesia.
Keterlibatan masyarakat dan prospek ke depan
MonMang mengadopsi pendekatan citizen scientist, sehingga masyarakat terlibat langsung dalam pengumpulan data ilmiah. Model ini memperbesar cakupan pemantauan dan meningkatkan kualitas data yang tersedia bagi peneliti dan pembuat kebijakan.
Dengan pengembangan 3.0 dan kolaborasi lintas lembaga, BRIN berharap MonMang menjadi standar global untuk pemantauan mangrove berbasis data. Langkah ini diharapkan memperkuat pemanfaatan hasil riset Indonesia dalam pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Buck Moon Pimpin Parade Planet di Langit Malam Ini
Buck Moon akan memuncak 29 Juli 2026 dan memimpin parade planet—lihat Venus, Saturnus, Mars, dan Merkurius m...
Bima Sakti Pernah 'Terbalik' 90°? Simulasi Ungkap Penyebab
Simulasi mengindikasikan Bima Sakti pernah berubah orientasi hingga 90° akibat tumbukan galaksi, yang menjel...
Sargassum Atlantik Capai Level Ekstrem, Rekor di Karibia dan Teluk
Sargassum di Atlantik melonjak ekstrem pada 2026; Karibia dan Teluk Meksiko mencatat rekor tertinggi dengan...
Siswa SD Boyolali Raih Penghargaan NASA usai Temukan Celah
Seorang siswa SD dari Boyolali mendapat surat penghargaan NASA setelah melaporkan celah broken link hijackin...
Jessica Meir Pimpin Spacewalk ISS Agustus 2026
Komandan ISS Jessica Meir dan Anil Menon dijadwalkan melakukan spacewalk pada 6 Agustus 2026 untuk persiapan...
Kapal Antariksa LINK Alami Kendala, Misi Penyelamatan Swift Tertunda
Kapal antariksa LINK alami gangguan orientasi, dua roda reaksi tak berfungsi dan misi kenaikan orbit Swift d...